Mobil Listrik Kompak Chevrolet Laris Manis

Kompas.com - 05/05/2015, 18:05 WIB
Minat konsumen pada Spark EV melesat di April 2015. ChevroletMinat konsumen pada Spark EV melesat di April 2015.
|
EditorAris F. Harvenda
California, KompasOtomotif - Apakah harga menjadi faktor utama bagi orang membeli mobil listrik? Pertanyaan ini, menyasar pada fakta kalau mobil kota Chevrolet, Spark EV (listrik murni), terjual lebih banyak ketimbang sedan menengah, Volt. Hebatnya lagi, jumlah penjualan Spark EV hanya dilakukan di dua kota, sedangkan Volt sudah dipasarkan ke seluruh penjuru AS.

Lonjakan penjualan Spark EV terjadi di saat General Motors memutuskan untuk mengurangi banderol jadi lebih murah 1.500 dollar AS (Rp 19,5 juta), selain itu harga sewa mobil kompak ini juga lebih murah menjadi 139 dollar AS (Rp 1,8 juta) per bulan dari sebelumnya 199 dollar AS. Harga yang lebih murah ini ternyata punya pengaruh besar terhadap minat konsumen membeli mobil listrik pada April 2015 lalu.

GM mencatat 920 unit Spark EV terjual bulan lalu di dua negara bagian, California dan Oregon. Jika diurai lebih jelas lagi, tercatat 94 persen atau 864 unit Spark EV yang disewa konsumen bulan lalu, jelas Annalisa Bluhm, perwakilan divisi Komunikasi Chevrolet kepada AutoblogGreen (4/5/2015).

Di negara-negara maju, opsi menyewa mobil banyak dilakukan konsumen ketimbang membeli. Pasalnya, dengan menyewa konsumen terbebas biaya perawatan berkala dan secara ekonomis lebih terjangkau ketimbang beli mobil langsung.

Chevrolet Mobil kompak listrik andalan Chevrolet.
"Di dua negara bagian itu, Anda bisa mengendarai Spark EV lebih murah ketimbang Spark bermesin konvensional, padahal menawarkan fitur lebih banyak. Faktor ini membuat Anda bisa berhemat sampai 82 dollar per bulan, sekaligus mengurangi pembuangan gas (karbondioksida) dan ini jadi alasan mengapa orang tergila-gila pada Spark," beber Bluhm.

Meski terbilang kecil, jumlah 920 unit sama empat kali lipat lebih dari hasil penjualan bulan sebelumnya (Maret 2015), yang cuma 151 unit atau 97 unit pada April 2014. Jumlah itu juga hampir sama dengan penjualan seluruh mobil listrik GM sepanjang tahun di periode sebelumnya.

GM hanya menjual 653 Spark EV sepanjang 2013 dan 1.146 di 2014. Hasil penjualan April lalu, bahkan menjadi prestasi tersendiri karena Spark EV berhasil menggeser dominasi Volt yang hanya terjual 905 unit di bulan yang sama.

Chevrolet berniat mulai menjual Spark EV ke negara bagian lain, Maryland mulai kuartal ketiga tahun ini. Jadi, apakah sukses ini berarti kalau Chevy akan memboyong Spark EV ke negara bagian lain?Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.