Pelajaran ”Safety” untuk Pengemudi Truk dan Bus

Kompas.com - 20/04/2015, 11:40 WIB
Michelin Indonesia mulai mengedukasi pengemudi truk dan bus agar mengutamakan keselamatan berkendara. Michelin IndonesiaMichelin Indonesia mulai mengedukasi pengemudi truk dan bus agar mengutamakan keselamatan berkendara.
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – PT Michelin Indonesia melanjutkan kampanye keselamatan di jalan raya bertajuk ”Tunjukkin Safety-mu” dengan menggelar program Ayo Tertib & Selamat Berlalu Lintas. Kali ini kegiatan melibatkan pengemudi truk dan bus, diselenggarakan di Satpas SIM, Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu, (19/4/2015).

Tujuan akhirnya, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para pengemudi truk dan bus untuk selalu tertib dan mengutamakan keselamatan penumpang atau barang dalam berkendara. Program juga dilakukan dengan tiga tahap yaitu, sosialisasi-edukasi, simulasi, dan praktik lapangan mengenai safety driving.

Country Director Michelin Indonesia Jean-Charles Simon mengatakan, program ini menjadi bagian dari kampanye road safety yang secara konsisten dilakukan Michelin, selain menyediakan teknologi ban yang mengutamakan unsur keselamatan.

”Kami melihat program keselamatan berkendara untuk segmen truk dan bus sangat penting untuk mengurangi tingkat kecelakaan dan mendukung terwujudnya mobilitas lebih baik. Tanggung jawab pengemudi bukan hanya keselamatan dirinya, tetapi juga keselamatan penumpang dan juga barang yang diangkutnya,” kata Simon dalam siaran resmi (19/4/2015).

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2014, lebih dari 90 persen kecelakaan lalu lintas dipicu faktor yang disebabkan oleh pengemudi. Faktor terbesar disebabkan kelengahan pengemudi, diikuti faktor tidak tertib, tidak terampil mengemudi, mengantuk, dan faktor lain seperti lelah, mabuk, dan berponsel.

Dirlantas Polda Metro Jaya, yang diwakili Wadir Lantas AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, menyambut baik komitmen dan konsistensi Michelin Indonesia mengampanyekan keselamatan berkendara secara meluas bagi masyarakat Indonesia.

”Melalui program ini para pengemudi truk dan bus harus semakin paham dan sadar bahwa keamanan serta keselamatan di jalan raya penting bagi orang lain, perusahaan, dan terutama keluarganya di rumah,” jelas Bakharuddin.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Djoko Sasono yang juga hadir dalam aacra itu menyebut bahwa tingginya kecelakaan yang berhubungan dengan kendaraan seperti truk dan bus mayoritas dibebankan kepada pengemudinya saja. Padahal, aspek keselamatan ini merupakan hal mendasar yang perlu diperhatikan oleh perusahaan atau pelaku bisnis selain aspek kelaikan kendaraan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X