Penurunan Penjualan Toyota Bagian dari Dinamika Pasar

Kompas.com - 18/02/2015, 19:57 WIB
(ki-ka) Rahmat Samulo, Mamoru Akiyama, dan Suparno Djasmin. TAM(ki-ka) Rahmat Samulo, Mamoru Akiyama, dan Suparno Djasmin.
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Menanggapi kinerja buruk yang diperoleh Toyota Indonesia di awal tahun ini, Suparno Djasmin, Wakil Presiden Direktur Eksekutif PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan duduk masalahnya. Menurut pria yang akrab disapa Abong ini, penurunan penjualan dan penguasaan pangsa pasar Toyota di Januari 2015, karena mekanisme pasar.

Abong menjelaskan, ada tiga faktor utama yang menyebabkan penjualan Toyota menurun di awal tahun. Pertama, faktor lonjakan pembelian mobil baru terjadi pada Desember 2014. "Penjualan ritel Toyota pada Desember mencapai 35.000 unit, padahal wholesale-nya hanya 27.00 unit, jadi memang terjadi advanced buying, akhir tahun lalu," jelas Abong kepada KompasOtomotif, Rabu (18/2/2015).

Faktor kedua, penurunan  juga terjadi karena belum banyak konsumen perusahaan (fleet) yang mulai membeli mobil baru pada Januari 2015. "Faktor, ketiga karena secara ekonomi makro itu, juga menunjukan pasar (mobil) dalam kondisi turun," beber Abong.

Mengacu data Gaikindo, penjualan Toyota di Januari 2015, turun 24 persen pada Januari, tercatat tinggal 27.166 unit dibandingkan bulan sama tahun sebelumnya (2014) 35.886 unit. Kondisi ini, lantas membuat pangsa pasar merek terlaris di Indonesia ini susut menjadi tinggal 28,8 persen dibandingkan posisi Januari 2014, yakni 34,6 persen. Kondisi ini merupakan penurunan terburuk dalam lima tahun terakhir bisnis Toyota di Indonesia.

Optimis

Meski mengawali tahun dengan berat, Toyota Indonesia mengaku tetap optimis dengan target penguasaan pangsa pasar 32 persen yang sudah ditentukan di awal tahun. Apalagi Februari ini, beberapa wilayah termasuk Jabodetabek harus dihadapi kondisi banjir yang cukup berpengaruh negatif terhadap penjualan mobil baru.

"Apa yang terjadi di Ibu Kota pasti berpengaruh pada pasar mobil secara nasional, karena porsi penjualan di Jabodetabek sampai 40 persen, musim hujan lalu cukup berpengaruh," tukas Abong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Toyota, lanjut Abong, mengaku sudah berhasil menaikan kinerja penjualan harian mereka dibandingkan Januari 2015. "Kalau rata-rata penjualan harian Toyota di Februari sudah naik 15 persen, tetapi tetap saja jumlah hari yang lebih sidikit juga berpengaruh," tutup Abong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.