Kompas.com - 12/01/2015, 15:30 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif — Tidak ada yang bisa memastikan datangnya hujan. Selain harus siap dengan peralatan yang dibutuhkan, seorang biker atau pesepeda motor juga wajib tahu defensive riding saat jalanan basah karena hujan atau cuaca buruk.

Sony Susmana, Instruktur Senior yang juga Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan kepada KompasOtomotif, Senin (12/1/2015), kebiasaan di jalanan kering yang sering dilakukan tidak bisa dipraktikkan saat jalanan basah.

”Sebetulnya prinsip dan teknik sama seperti berkendara aman di jalanan kering. Namun, ada beberapa poin yang mesti diingat saat jalanan basah atau cuaca sedang ekstrem,” ujar Sony.

Berikut poin-poin penting berkaitan dengan defensive riding saat jalan sedang basah:

1. Jarak pengereman. Kebiasaan buruk banyak orang Indonesia, menurut Sony, adalah tidak menjaga jarak. Saat kebiasaan itu dilakukan pada cuaca normal dan tidak mengalami masalah, lantas menjadi anggapan hal yang wajar dibawa saat hujan. Padahal, risikonya lebih besar. Tambahlah jarak pengereman beberapa detik dari kebiasaan Anda di jalanan kering.

”Misalnya, yang biasa berjarak 2 detik, ditambah jadi 4 detik. Memang agak aneh, tapi mau enggak mau harus dilakukan,” tegas Sony.

2. Cek kondisi. Sony menyarankan untuk selalu mengecek kondisi ban dan tekanannya. Kebanyakan orang mengganti ban dengan tipe balap (slick). Orang harus mengerti, apakah ban tersebut bisa untuk kondisi jalan licin? Selanjutnya adalah tekanan angin, di mana kebiasaan malas mengecek menjadi ganjalan tersendiri dan salah satu faktor yang menimbulkan bahaya.

3. Cara bermanuver dan menjaga kesimbangan. Saat berbelok, tingkat kemiringan sepeda motor wajib dipertimbangkan. Kebiasaan saat berada di jalanan kering juga tidak boleh dilakukan. Saat membelok, usahakan badan tidak ikut miring, dengan catatan, dilakukan dengan kecepatan yang sangat aman.

Dari ketiga hal tersebut, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan sebagai ilmu tambahan. Soal teknik mengerem 60:40 (belakang:depan) tidak bisa dipraktikkan dengan leluasa. Teknik tersebut benar, tetapi tingkat keberhasilan di jalanan basah kecil. Alangkah lebih baik jika pengendara tetap memperhatikan jarak pengereman.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak membawa kebiasaan dua jari di tuas rem ke pengendaraan dengan kondisi jalan basah. Dengan jari menempel pada tuas rem, orang cenderung lebih agresif karena siap mengerem dengan cepat.

Style ini tidak salah, atau disebut gaya Amerika, karena di sana sepeda motor masuk highway dan rata-rata moge. Mereka punya kaliper rem kanan-kiri. Kalau sepeda motor ber-cc kecil tidak disarankan. Cukup terapkan gaya Asia dengan semua jari ada di setang atau handle,” papar Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.