Kompas.com - 16/11/2014, 14:18 WIB
Kendaraan di Jalan KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, terjebakemacetan yang cukup panjang, Selasa (12/11/2013). Imbas program sterilisasi jalur busway, sejumlah ruas jalan tampak macet. Warta Kota/angga bhagya nugrahaKendaraan di Jalan KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, terjebakemacetan yang cukup panjang, Selasa (12/11/2013). Imbas program sterilisasi jalur busway, sejumlah ruas jalan tampak macet.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Saat berkendara di kota besar, kita sering dihadapkan dengan situasi yang tak terduga. Banyaknya pengguna jalan dengan berbagai latar belakang, mulai karakter, kemauan, hingga tujuan, kerap menimbulkan gesekan yang seharusnya tak perlu terjadi.

Beberapa tindakan yang dilakukan seseorang di jalan kadang memicu emosi pengguna jalan lain, tanpa disadari. KompasOtomotif mencoba merangkum dari berbagai sumber dan forum, kejadian-kejadian yang kerap memancing amarah.

Pada dasarnya tindakan-tindakan berikut ini ada hubungannya dengan sikap berkendara dan etika. Sebaiknya dijadikan evaluasi untuk tidak dilakukan atau dihindari. Berikut rangkumannya:

1. Membunyikan klakson saat tidak perlu. Misalnya, saat lampu hijau baru menyala, atau dalam kondisi macet. Perlu diingat, tidak ada satu pun orang yang ingin berlam-lama di perempatan jalan. Atau tidak ada juga orang yang suka kena macet. Bersabar adalah langkah bijak.

2. Memotong lajur pengendara lain, lalu berhenti. Rencanakan tujuan dengan baik. Saat ”memotong” kendaraan lain, lalu berhenti atau pelan-pelan di depannya, bisa jadi pengemudi yang Anda ”potong” menjadi tersinggung atau bahkan marah.

3. Berkendara zig-zag. Masih ada hubungannya dengan ”potong-memotong” lajur, namun ini dilakukan dengan kecepatan tinggi. Aksi ini cukup berpotensi membuat pengendara lain terkejut dan mendadak terpancing emosinya.

4. Berjalan pelan di tengah lajur (nanggung). Faktor penyebabnya cukup beragam. Mulai dari baru bisa menyetir, ragu-ragu, sampai sedang menelepon. Saat ragu-ragu atau pelan, sudah ada tempatnya yakni di lajur paling kiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Menyalakan lampu dim terus-menerus. Lampu dim akan sangat mengganggu pengendara di depan. Pastikan untuk menggunakannya hanya dalam keadaan perlu, seperti memberi kode sesaat, atau dalam kondisi jalan sangat gelap.

6. Tidak ”memelihara” lampu sein. Saat menyalakan lampu sein, usahakan fokus untuk mematikannya kembali saat membelok (jika tidak otomatis-seperti sepeda motor). Lampu sein menyala terus-menerus dan Anda tidak kunjung belok, membuat bingung pengendara lain di belakang.

7. Membuang sampah di jalan. Kerap kita menyaksikan orang membuka kaca mobil, lalu membuang tisu atau sampah ke luar jendela. Tindakan ini cukup membuat terkejut pengendara di belakang.

8. Meludah sembarangan. Ini cukup mengganggu, karena pengguna jalan bukan cuma Anda. Meludah saat berkendara, besar kemungkinan mengarah ke pengendara lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.