Kompas.com - 13/11/2014, 14:20 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Tokyo, KompasOtomotif – Toyota Motor Corporation mengumumkan recall terhadap sekitar 361.800 kendaraan di seluruh dunia, termasuk sedan Camry. Seperti dilansir Reuters (12/11/2014), sebagian besar menimpa produk yang tersebar di Jepang dan Eropa.

Dari jumlah tersebut, Toyota membaginya menjadi tiga bagian dengan kasus yang berbeda. 170.000 unit Camry, termasuk 120.000 di Eropa dan Amerika, produksi antara Maret 2011 hingga Agustus 2014, harus ditarik karena masalah ball joint pada sistem kaki-kaki.

Dijelaskan, komponen ini terindikasi rusak selama pengapalan. Efeknya, berpotensi menyebabkan pengemudi kehilangan kendali kendaraan. Toyota akan mengganti ball joint dengan yang baru jika diperlukan.

Selain Camry, Toyota juga menarik sekitar 105.800 unit kendaraan. Pertama adalah Hiace yang kebanyakan diproduksi di Jepang karena masalah pipa bahan bakar. Selain itu, 86.000 unit Crown dan Crown Majesta juga di-recall karena masalah sabuk keselamatan.

Tidak dijelaskan biaya yang harus dikeluarkan Toyota karena masalah ini. Namun, produsen mobil terbesar di dunia itu melaporkan tidak ada laporan tabrakan atau cedera karena masalah-masalah tersebut di atas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.