Mengeksplor Fitur Subaru XV di Jalanan Singapura

Kompas.com - 11/11/2014, 12:30 WIB
Subaru XV saat akan dicoba di jalanan Singapura. Kompas.com/ Farid AssifaSubaru XV saat akan dicoba di jalanan Singapura.
Penulis Farid Assifa
|
EditorDonny Apriliananda

Singapura, KompasOtomotif – Subaru XV lahir dengan status ”anak emas” untuk menggenjot penjualan, khususnya di Asia Tenggara. Banyak fitur yang dibenamkan untuk mobil dengan mesin boxer 2.000cc (untuk Indonesia) ini yang bisa dieksplor.

Kompas.com berkesempatan mengurai beberapa fitur itu melalui uji coba khusus mengelilingi beberapa ruas jalan di Singapura sepanjang 5 km, Senin (10/11/2014). Tes didampingi teknisi Subaru dari Singapura, Mathan, atau akrab dipanggil Jay.

Kami start dari Lang Kee, showroom Subaru. Sambil sesekali menunjukkan arah jalan yang harus dilewati, Jay menerangkan beberapa kelebihan dan fitur SUV yang dibanderol Rp 399 juta itu.

Pendeteksi belokan (VDC)
Sebelum berangkat, Kompas.com diminta menekan tombol sensor pada panel dashboard paling kanan, atau tepat di bawah setir bagian kanan. Fitur ini dinamakan Vehicle Dynamic Control (VDC) yang bisa mendeteksi belokan jalan.

Saat diaktifkan, jika mendekati belokan, mobil otomatis berjalan pelan. Kompas.com mencoba "iseng" menginjak pedal gas agak dalam. Ternyata mobil tetap berjalan pelan ketika mendekati tikungan. "Ini untuk mencegah kecelakaan. Apalagi di Singapura, kecepatan mobil begitu dibatasi," jelas Jay.

Baby safety
SUV serbabisa ini juga memiliki fitur baby safety. Ada sensor yang disematkan pada jok penumpang depan untuk mendeteksi usia bayi dengan mengukur bobotnya. Jika bobot bayi ringan atau di bawah 5 kg, dianggap sebagai usia rentan dan lampu akan menyala sebagai peringatan agar bayi tidak didudukkan tepat di depan kantong udara. Hal Ini menghindari bayi tertonjok kantong udara saat tabrakan.

Rem mantap
Rem sangat sensitif. Sedikit menekan, mobil langsung berhenti. Maklum, dengan spesifikasi mesin yang cukup mumpuni diajak ngebut, rem pakem sangat diperlukan untuk menghindari tabrakan.

"Di Singapura, beberapa jalan harus dilewati pelan-pelan, misalnya di depan sekolah. Jalan itu biasanya diberi warna merah yang artinya harus menahan kecepatan. Rem sensitif juga penting," jelas Jay.

Mesin Boxer
M Boxer khas pada Subaru XV bisa menjadi salah satu pembeda dengan mobil sekelas. Jantung pacu ini menempatkan piston berlawanan secara horisontal (tidak melawan gravitasi) yang menjadikan laju mobil stabil meskipun dalam mengebut. Kompas.com mencoba tancap gas di jalur sepi. Kendati laju cepat, mobil tetap terjaga keseimbangannya dan minim getaran.

Bagian menarik dari mesin ini adalah efektivitas dan efisiensi. Kendati mesin berkapasitas 2.000 cc, namun relatif irit bahan bakar, ditunjang dengan fitur pendukung. Misalnya, auto start-stop, fitur yang membuat mesin mati ketika mobil berhenti di lampu merah. Ini bermanfaat menghindari bahan bakar terbuang percuma ketika mobil berhenti. Jika akan bergerak kembali, pedal rem dilepas, dalam waktu 0,35 detik, mobil kembali melaju.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X