Melempem di F1, Bos Ferrari Ngamuk

Kompas.com - 09/09/2014, 10:20 WIB
Ferrari masih mencari jatidiri, disarankan mantan pebalapnya belajar ke tim Williams. formula1.ferrari.comFerrari masih mencari jatidiri, disarankan mantan pebalapnya belajar ke tim Williams.
|
EditorDonny Apriliananda
Maranello, KompasOtomotif - Scuderia Ferrari sedang mengalami masa sulit di Formula 1 musim 2014 ini. Sampai pertengahan musim, tim tersebut gagal bersaing atau setidaknya masuk empat besar dalam klasemen pembalap atau konstruktor.

CEO Fiat SpA. Sergio Marchionne mengatakan bahwa, bos Ferrari Luca Cordero di Montezemolo, meminta dan ingin memastikan timnya untuk menghasilkan lebih banyak kemenangan lagi di ajang F1.

Ferrari hanya duduk di peringkat empat dengan perolehan 162 poin pada klasemen konstruktor. Tertinggal jauh dari Mercedes yang menjadi pemuncak klasemen dengan raihan 454 poin. Luca di Montezemolo murka dengan hasil GP Italia akhir pekan lalu, setelah timnya gagal total di tanah sendiri. Bahkan dengan tegas, hasil balapan tersebut seakan tidak bisa diterima, dan yang terburuk selama beberapa tahun terakhir.

Kimi Raikkonen hanya finish di urutan sembilan, sedangkan Fernando Alonso malah gagal menyelesaikan balapan. Secara total,  Alonso ada di posisi lima klasemen pembalap dengan mengoleksi 121 poin, sementara Raikkönen terjerembab di posisi 10 dan baru memiliki 41 poin.

"Ferrari memiliki dua pembalap terbaik di Formula One. Itu mengharuskan bahwa Ferrari wajib kembali ke jalur kemenangan," jelas Marchionne mengutip pesan Montezemolo seperti dilansir Inautonews, Selasa (9/9/2014).

Perseteruan pimpinan
Sebelumnya sudah dikabarkan dua petinggi tersebut sedang dalam situasi tidak akur. Ferrari yang sahamnya dimiliki 90 persen oleh Fiat, adalah komponen kunci dari rencana Marchionne untuk memperluas di penguasaan mobil mewah dan bisa bersaing ketat dengan Volkswagen AG, pemilik Lamborghini dan merek mewah lainnya.

Sementara Montezemolo, yang telah menjadi pimpinan Ferrari selama lebih dari 20 tahun, tidak sependapat dengan Marchionne. Montezemolo berusaha untuk membatasi volume produksi Ferrari untuk menjaga eksklusivitas. Upaya ini seolah menghalangi hasrat Marchionne sebagai pemilik saham terbesar untuk mengembangkan dominasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber inautonews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X