Kompas.com - 02/09/2014, 12:26 WIB
|
EditorAzwar Ferdian
Jakarta, KompasOtomotif - Punya mobil dengan tampilan eye catching tak membuat Nur Sumirat (37) berkendara ugal-ugalan di jalan. Pria yang akrab dipanggil Noey ini tergabung dalam komunitas Toyota Avanza Club Indonesia (TACI) dan mengaku mengedepankan etika ketika berkendara di jalan.

Atas dasar itu juga, beberapa ubahan yang dilakukan Noey nyaris tidak menyentuh sektor jantung pacu. Mesin Avanza Veloz lansiran Februari 2012, dibiarkan standar sesuai bawaan pabrik, hanya menambah stabilizer voltase dan arus listrik, kabel ground, dan saringan udara racing.

Azwar Ferdian/KompasOtomotif Interior wajib dibuat senyaman mungkin.
"Mesin sengaja tak perlu disentuh, karena di Jakarta mau ngebut ke mana sih? Selain itu, tenaga dan torsi yang disediakan Toyota sudah cukup mumpuni untuk segala aktivitas," beber Noey kepada KompasOtomotif, belum lama ini.

Ubahan pada Veloz kebanggaanya terfokus pada sektor eksterior dan interior saja. Itu juga bukan tanpa pertimbangan, melainkan tetap menjaga aspek keamanan dan kenyamanan berkendara.

Azwar Ferdian/KompasOtomotif Pelek replika Momo berukuran 17 inchi berbalut ban buatan lokal 205/50.
Pelek diganti dengan corak palang jamak berkelir hitam, 17 inci, dihiasi dengan tutup kaliper rem merah. Bagian wajah, mendapat sentuhan paling banyak, dengan mengganti lampu utama model proyektor, HID, dengan sentuhan angel dan devil eyes. Lampu kabut angel eyes, dan sentuhan DRL (Daytime Running Light) di sela-sela grill bawah.

Supaya tongkrongan lebih macho, ditambah juka aksesori dudukan untuk derek depan dan belakang. "Selain lebih cowok, juga lebih aman kalau ada sepeda motor yang menyundul dari belakang," tukas Noey.  Selain itu, hal yang paling membuat tampilan Veloz ini berbeda dengan yang lain, adalah gambar tempel berkarakter anime di seluruh bodi.

Selain ubahan eksterior, interior wajib dibuat senyaman mungkin. Jok dibalut sarung kulit sintetis. Sistem audio menawarkan berbagi fungsi, mulai layar sentuh, GPS, dan kamera belakang. Monitor juga ditanam di sandaran jok depan, untuk menyalurkan hiburan ke penumpang baris kedua dan tiga.

Untuk penunjangnya, disiapkan speaker dua langkah, power 5 channel, dan subwoofer di bagian bagasi. Sentuhan terakhir, ada radio komunikasi IC2100, berjarak 60 km, untuk keperluan kordinasi ketika turing atau memantau informasi kemacetan di jalan.

Azwar Ferdian/KompasOtomotif Veloz milik Noey ini kerap jadi objek selfie
"Banyak orang sudah mahir mengendari mobil di jalan, tapi yang kurang itu etika," lanjut Noey. Melalui komunitasnya, Noey mau menyosialisasikan etika di jalan yang santun dan menghargai pengguna jalan lain. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.