'Lebih Baik BBM Naik daripada Harus Antre'

Kompas.com - 28/08/2014, 19:00 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). Kelangkaan BBM mulai muncul di beberapa daerah menyusul wacana kenaikan harga BBM karena komsumsi BBM melebihi batas maksimal 46 juta kiloliter. AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). Kelangkaan BBM mulai muncul di beberapa daerah menyusul wacana kenaikan harga BBM karena komsumsi BBM melebihi batas maksimal 46 juta kiloliter.
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Para pelaku industri otomotif nasional mengaku siap mendukung kebijakkan menaikkan harga BBM subsidi untuk menyelamatkan anggaran belanja Pemerintah Indonesia. Dukungan itu merupakan bentuk komitmen pelaku industri dalam menjaga kestabilan perekonomian nasional.

"Sudah dari sejak awal, kami mengatakan dukungan terhadap kenaikan BBM (subsidi)," jelas Noegardjito, Sekertaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di Bandung, akhir pekan lalu.

Suparno Djasmin, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) juga sependapat dengan suara Gaikindo. Namun Suparno menegaskan, meski harga BBM dinaikkan, pemerintah harus bisa menjamin ketersedian pasokan BBM untuk masyarakat.

"Mayoritas pembelian mobil di Indonesia itu datangnya dari segmen kendaraan menengah ke bawah. Artinya, mobil dibeli untuk beraktivitas, mobilitas, dan mendukung kegiatannya, kalau sampai harus antre berjam-jam, bisa terganggu," beber Suparno.

Pengalihan
Jika kenaikan BBM bersubsidi benar terjadi, lanjut Suparno, akan tercipta tren pengalihan pembelian mobil di pasar otomotif nasional. Konsumen akan berpikir ulang membeli model-model bermesin besar dan relatif lebih boros konsumsi BBM.

"Mobil kompak, seperti Avanza akan kembali jadi idola. Orang akan mencari mobil yang efisien bahan bakarnya," tukas Suparno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.