Pabrik GM Afsel Terganggu Akibat Protes Pekerja

Kompas.com - 07/07/2014, 17:22 WIB
Protes anggota NUMSA di Afsel, 1 Juli 2014. Reuters/Rogan WardProtes anggota NUMSA di Afsel, 1 Juli 2014.
|
EditorAris F. Harvenda
Johannesburg, KompasOtomotif - General Motors (GM) Afrika Selatan (Afsel) lagi pusing. Seluruh pekerja pabrik masih mogok, sehingga membuat aktivitas produksi berhenti sejak akhir pekan lalu.

Akhir pekan lalu, lebih dari 200.000 anggota Serikat Buruh Nasional Pekerja Metal Afsel (NUMSA) berunjuk rasa, menuntut kenaikan gaji pekerja hingga 15 persen. Gerakan massal ini mengancam stabilitas ekonomi negara, termasuk sejumlah fasilitas perakitan mobil di sana.

Pihak NUMSA telah menolak kenaikan gaji 10 persen yang ditawarkan Federasi Industri Baja dan Rancang Bangun Afsel. "Demo karyawan dari perusahaan di sektor baja dan rancang bangun, mengakibatkan pasokan komponen terhambat di pabrik kami, akibatnya lini produksi kami berhenti efektif sejak 3 Juli lalu," jelas Denise Van Huyssteen, juru bicara GM dilansir Reuters (6/7/2014).

Meski sudah berhenti produksi, GM mengaku masih punya stok mobil yang cukup, baik untuk kebutuhan domestik dan ekspor hingga jangka menengah. Mercedes-Benz mengaku tidak mengalami gangguan pada produksi lokal mereka, selain itu Toyota juga mengaku masih bekerja dalam produksi penuh.

Mogok massal yang digerakan NUMSA kembali memanas, setelah lima bulan pemutusan hubungan kerja dari sejumlah perusahaan di sektor tambang, khususnya platinum. Para pekerja menuntut ada kenaikan gaji setiap tahun, tetapi para perusahaan menuntut setidaknya tiga tahun sekali.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X