Pertahanan Xenia Hadapi Gempuran Kompetitor

Kompas.com - 06/07/2014, 20:53 WIB
10 tahun Daihatsu Xenia Zulkifli BJ10 tahun Daihatsu Xenia
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - Daihatsu Indonesia berusaha mempertahankan penjualan kendaraan multi guna segmen bawah (LMPV), Xenia, di pasar nasional. Gempuran berbagai model baru, seperti Suzuki Ertiga, Chevrolet Spin, Nissan Evalia, dan terakhir Honda Mobilio diakui memperketat persaingan di pasar.

Tapi, dalam perjalanannya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) masih berhasil memperbesar penjualan wholesale dan ritel periode semester pertama tahun ini. Untuk wholesale, merek terbesar kedua di bawah naungan Grup Astra ini berhasil menjual 95.323 unit, naik 8 persen dari periode sama tahun sebelumnya 88.446 unit.

Sedangkan penjualan ritel tercatat 92.682 unit, naik 7 persen dibandingkan periode sebelumnya 86.633 unit. Menariknya, terjadi pergeseran model terlaris selama penjualan enam bulan pertama pada 2014. Setelah sejak 2004, Xenia selalu mendominasi penjualan, mulai tahun ini penjualan terbanyak justru ditopang Gran Max pikap dan minibus.

"Ada waktunya, kalau salah satu model turun, model lain penjualannya naik. Jadi saling mengisi saja," jelas Muhammad Muthowif, Kepala Departemen Pemasaran DSO di Citos, Jakarta Selatan, Minggu (6/7/2014).

Penjualan wholesales Gran Max menyumbang hingga 35,1 persen, sedangkan ritel tercatat sampai 34,7 persen. Sementara sumbangan Xenia (wholesale) hanya 24,6 persen di bawah Ayla yang menyumbang 24,7 persen dari total penjualan. Dari performa ritel, Xenia terjual 26,3 persen di atas Ayla dengan sumbangan 23,7 persen.

Bertahan
Sampai tahun ini, menurut Muthowif, masih percaya pada potensi pasar mobil Indonesia yang tetap besar dan bisa dinikmati perusahaan. Untuk mengakali ketatnya persaingan, Daihatsu mencoba mencari pasar baru dengan terus memperlebar jaringan pemasaran dan purna jual di Indonesia.

"Pasar mobil di Indonesia hanya berkisar 1 juta unit, sementara jumlah penduduknya mencapai 250 juta. Jadi memang masih ada potensi besar di sana," beber Muthowif.

Hingga kini, Daihatsu memiliki 213 jumlah jaringan pemasaran di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 127 jaringan punya standar layanan 3 S (sales, servis, spare part) dan 85 jaringan penjualan. "Tahun ini kami berencana menambah dua jaringan baru, satu di Jati Asih dan Pegangsaan," tutup Muthowif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X