Chevrolet Spin Waswas pada Suzuki Ertiga Diesel

Kompas.com - 17/06/2014, 10:58 WIB
Mobil yang digunakan untuk kompetisi, Chevrolet Spin 1.3 Diesel turbo. Agung KurniawanMobil yang digunakan untuk kompetisi, Chevrolet Spin 1.3 Diesel turbo.
|
EditorAris F. Harvenda
Padang, KompasOtomotif - General Motors (GM) Indonesia selama ini punya kelebihan pada Chevrolet Spin, dalam bersaing di segmen kendaraan multi guna bawah (LMPV), salah satunya dengan menawarkan varian diesel. Tapi, kelebihan ini sebentar lagi akan tersaingi karena Suzuki siap melepas Ertiga peminum solar, akhir 2014.

Menanggapi hal ini, Michael Dunne, Presiden Direktur PT GM Indonesia, mengaku, masih cukup percaya diri untuk bersaing di pasar. Salah satunya dengan terus membuka jaringan penjualan, dan layanan purna jual, di luar wilayah tradisional seperti Pulau Jawa dan sekitarnya.

"Tolong bilang ke Suzuki tahan sampai dua tahun lagi," kelakar Dunne menjawab KompasOtomotif, di Padang (13/6/2014).

Awal Mei lalu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengutarakan rencananya memasarkan Ertiga diesel akhir tahun ini. Menariknya, varian baru Ertiga ini akan menggunakan mesin yang sama oleh Chevrolet karena dipasok oleh Fiat, 1.3L diesel turbo. Ertiga diesel sudah dipasarkan di India sejak dua tahun lalu, menawarkan tenaga 89 hp @4.000 rpm dan torsi 200 Nm @1.750 rpm

Jika jadi dipasarkan, kehadiran Ertiga diesel dipastikan akan berdampak pada penjualan Spin diesel. Makin seru lagi, varian diesel yang ditawarkan Ertiga juga menggunakan transmisi manual.

Menariknya, pasar mobil manual masih potensial di Indonesia. Tetapi, porsinya semakin kecil di kota-kota besar terutama Jabodetabek. Suzuki dengan jaringan penjualan yang sudah merata di seluruh provinsi  di Indonesia, akan mendapat keuntungan lebih ketimbang Chevrolet, yang masih terkonsentrasi di Jabodetabek, dan baru memperluas jaringan ke daerah.

"Saya sadar akan hal ini, untuk itu strategi bisnis kami adalah mendorong jaringan pemasaran lebih besar ke luar daerah. Sebelumnya kota besar seperti Jakarta dan Bandung menguasai porsi penjualan sampai 70 persen, sedangkan tahun ini sudah mengecil jadi 60 persen, ke depan akan lebih kecil lagi karena ada kota-kota baru yang potensial penjualannya," tutup Dunne.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.