Kompas.com - 09/06/2014, 13:50 WIB
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - Setelah resmi dipasarkan sejak September 2013 lalu, mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) semakin banyak diminati konsumen. Tapi, baru tujuh bulan dipasarkan, para agen tunggal pemegang merek (ATPM) mulai resah meminta pemerintah Indonesia merevisi patokan harga termahal yang ditetapkan Rp 95 juta, sebelum pajak (off the road).

Usulan ini sudah didengungkan para ATPM sejak awal 2014, tetapi baru mendapat respons dari pemerintah Mei 2014 ini. "Mulai bulan ini akan coba kami diskusikan, Juli seharusnya sudah bisa dibicarakan lebih serius lagi," jelas Soerjono, Direktur Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian kepada KompasOtomotif, di Tambun, Jawa Barat belum lama ini.

Menurut Soerjono, saat ini para ATPM peserta program LCGC mengusulkan kenaikan menjadi Rp 109,25 juta, yang merupakan plafon harga maksimal, yang sebelumnya ditetapkan Rp 95 juta. Seperti regulasi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Barang Mewah.

"Usulan mereka itu 15 persen, memang sejak diluncurkan program LCGC terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, ini jadi alasan utama," beber Soerjono.

Rentan
Subronto Laras, Penasihat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menjelaskan, ongkos produksi mobil di Indonesia masih sangat rentan terhadap nilai tukar dollar AS terhadap rupiah. Sejak 2012, sampai saat ini nilai rupiah sudah terdepresiasi 25-30 persen. Penyebabnya, semua bahan baku yang digunakan untuk produksi mobil masih diimpor dan dibeli menggunakan kurs dollar AS.

"Ini yang harus jadi pertimbangan khusus pemerintah, harus rasional saja. Selain nilai tukar, industri juga ditekan inflasi, juga ada kenaikan upah buruh hingga 30 persen pada awal 2013 lalu," beber Surbonto.

Tuntutan produsen adalah, supaya pemerintah jangan mematok harga di level Rp 95 juta, karena dengan perkembangan kondisi saat ini, sangat sulit memperoleh keuntungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.