Pasok Ban MotoGP, Michelin Berharap Jadi Tren

Kompas.com - 06/06/2014, 08:40 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Keputusan Michelin untuk terjun sebagai pemasok tunggal MotoGP mulai musim balap 2016 disambut antusias Michelin Indonesia. Dengan keikutsertaan di ajang balap sepeda motor kasta tertinggi itu, merek asal Perancis tersebut berharap mereguk untung, salah satunya menjadi trendsetter penggunaan ban.

Head of Marketing & Sales 2-Wheels Michelin Indonesia, Bayu Surya Pamugar Sugeng, mengatakan bahwa efek MotoGP begitu besar. ”Kami percaya, keikutsertaan Michelin akan berpengaruh besar terhadap penjualan. Biker akan lebih paham, bahwa penunjang performa tak cuma mesin dan oli, tetapi juga ban,” katanya di Jakarta, (4/6/2014).

Bayu pun memutar memori, bahwa Michelin bukan pemain baru di dunia balap. Sejak 1973 hingga 2008, Michelin sudah memberikan kontribusi bagi juara dunia MotoGP sebanyak 26 kali, dalam kompetisi yang saat itu tidak menerapkan regulasi one make tyre. Inilah yang diyakini bisa menjadi background awal gambaran performa sesungguhnya.

motociclismo.es Michelin akan menjalani musim MotoGP 2016 sebagai pemasok ban tunggal.

Pengalaman mengikuti ajang besar sekelas MotoGP, dikatakan Bayu, sangat bermanfaat untuk pengembangan performa ban produksi massal. Sejumlah teknologi dari balap bisa diterapkan untuk berbagai produk. Misalnya, teknologi empat kompon pada ban baru khusus sepeda motor 250cc ke atas, Pilot Power 3.

Tren
Lebih jauh, ditambahkan bahwa efek MotoGP tak hanya dari penjualan, tetapi juga naiknya citra merek di mata para biker Indonesia . ”Kami berharap bisa menjadi trendsetter. Karena biker tahu dan merasakan betul performanya,” imbuh Bayu.

Karakter konsumen Indonesia memang unik. Citra merek menjadi penting untuk memilih ban yang cocok. Misalnya Bridgestone dengan brand Battlax yang menjadi tren bertahun-tahun, karena sering nongol di ajang balap internasional.

Memanfaatkan momen MotoGP tersebut, Michelin Indonesia juga mempertimbangkan untuk membuat agenda balap khusus di Indonesia. ”Saat ini belum, tapi akan kami pikirkan,” tukas Bayu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.