Hasil Uji Daya Tahan Oli Evalube untuk Mesin Sepeda Motor

Kompas.com - 11/05/2014, 17:38 WIB
Oli Evalube sudah diuji ketahanan hingga 6.000 km. Donny AprilianandaOli Evalube sudah diuji ketahanan hingga 6.000 km.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Pelumas merek lokal, Evalube, produksi PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI), mengaku tak kalah dengan merek asing dan nama besar. Sertifikat ”Road Test 6.000 km” dari LAPI ITB berhasil diraih, membuktikan beberapa tipe oli memiliki daya tahan untuk dipakai segala kondisi dengan jangka waktu lebih lama.

Informasi ini disampaikan bersamaan dengan keikutsertaan merek ini dalam Otobursa Tumplek Blek 2014, di Parkir Timur Senayan, (10/5/2014). Sebelumnya telah dilakukan pengujian selama 15 hari non-stop menggunakan 15 sepeda motor baru. Mesin selalu menyala, dimatikan hanya untuk isi bensin dan pengambilan sample oli untuk diuji.

Sepeda motor yang digunakan adalah lima skutik Yamaha, lima skutik Honda, dan lima sepeda motor sport Honda. Semuanya dalam kondisi baru. Sedangkan oli yang diuji adalah Evalube 4T Pro (untuk sport), Evalube Scootic HX (untuk Honda) dan YX (untuk Yamaha). Pengujian dalam kondisi lalu-lintas sehari-hari dengan rute Jakarta-Bandung, Bandung-Jakarta.

Untuk mencapai 6.000 km, paling tidak dalam sehari harus menempuh perjalanan 400 km. Ternyata dalam pengujian tak hanya oli Evalube, WGI juga membandingkan dengan pelumas yang merupakan market leader. ”Akhirnya kami dengan bangga mengatakan produk kami lebih baik. Ini hasil dari analisis tim LAPI ITB,” kata Advertising & Promotion Manager WGI, Ivan Rastianto.

Penentuan jarak tempuh aman ini setelah melalui proses analisa fisika maupun kimia dari oli bekas pemakaian. Disamping itu, dilakukan analisis keausan logam dari mesin setelah dibongkar. Selain tak ditemukan kerusakan, WGI berdasar analisis LAPI ITB juga menyatakan sepeda motor menjadi lebih irit bahan bakar.

Memang, daya tahan pelumas berbeda-beda setiap merek. Jika dipakai terlalu lama melebihi ambang batas kekuatannya, akan berpengaruh terhadap kinerja mesin. Prose kimia karena suhu yang tinggi akan mempengaruhi performa oli. Mulai tenaga yang menurun, aditif di dalamnya yang tak maksimal, hingga akhirnya berpengaruh pada keiritan bahan bakar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.