Indonesia Gelar Shell Cup 2014 di Sirkuit Sentul

Kompas.com - 07/05/2014, 13:33 WIB
Para pebalap yang akan bertanding di Sirkuit Sentul KompasOtomotif-Febri ArdaniPara pebalap yang akan bertanding di Sirkuit Sentul
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah di seri kedua balapan Shell Advance Asia Talent Cup (Shell Cup) 2014. Kompetisi 22 pebalap muda binaan Alberto Puig, pimpinan Akademi MotoGP ini akan menjajal aspal Sirkuit Sentul untuk pertama kalinya pada 9-11 Mei 2014.

“Shell tidak hanya ingin menjadi tamu, tapi bagian dari Indonesia. Kompetisi ini merupakan wadah yang kita sediakan buat menyalurkan bakat-bakat pebalap di Asia. Tujuannya berada di jalan yang benar agar menjadi ‘pemain global’. Mudah-mudahan ada banyak lagi anak bangsa  mengharumkan Indonesia di kancah internasional,” ujar Kuswantoro Pranabudi, GM Marketing Shell Lubricants Indonesia, di Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Seluruh 22 pebalap disaring dari 108 peserta yang berasal dari 9 negara, yakni Indonesia, India, Cina, Jepang, Malaysia, Singapura, Sri Langka, Thailand dan Filipina. Kualifikasi telah dilakukan di Sepang, Malaysia, pada Oktober 2013 lalu menggunakan sepeda motor Honda Future 125 cc.

“Kejuaraan ini pada dasarnya mempromosikan motorsport di Asia. Kami mengerti balapan adalah hal yang sangat mahal, sebab itu kerja sama Honda dan Dorna (pemegang hak kejuaraan MotoGP) bisa membantu pebalap muda mengembangkan bakatnya,” ujar Alberto Puig, Shell Advance Asia Talent Cup Director.

Indonesia
Balapan seri pertama menggunakan sepeda motor resmi, Honda NSF 250R, telah digelar di Sirkuit Losail, Qatar, pada Maret lalu. Balapan berlangsung seru, dimenangkan oleh Yuta Date asal Jepang.

Di Sentul, jumlah pebalap masih sama. Terdiri dari 8 pebalap Jepang, 7 pebalap Malaysia, 3 pebalap Thailand, dan masing-masing satu pebalap dari Cina, Filipina, Singapura, termasuk Indonesia yang diwakilkan oleh Wilman Hammar.

Panasnya sirkuit Sentul diakui Puig akan sedikit menjadi “sentilan” buat para pebalap. “Kami tidak biasa dengan temperatur udara seperti itu, ini pertama kalinya kami menggelar Shell Cup di Indonesia. Kami berharap yang terbaik,” imbuh Puig.

Ditambahkan, pada dasarnya Shell Cup bertujuan untuk mempersiapkan bakat muda agar lebih kompetitif dengan pebalap Eropa. Pembinaan dari usia di bawah 17 tahun dirasa sangat dibutuhkan.

“Jika sudah berumur 20-an tahun baru memasuki balapan dunia, maka Anda tidak punya masa depan. Hanya tiga tiga tahun punya pengalaman kompetisi di negara lokal itu sudah telat. Sebab itu kami mengambil usia muda sehingga bisa dibina lebih jauh lagi,” tutup Puig.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X