Yamaha Indonesia Siapkan 2 Moge Baru di JMCS 2014

Kompas.com - 02/05/2014, 08:20 WIB
Yamaha MT-09 yang dijual di Eropa. Penjualan Yamaha tahun lalu turun, tapi keuntungan naik. motorcycleYamaha MT-09 yang dijual di Eropa. Penjualan Yamaha tahun lalu turun, tapi keuntungan naik.
|
EditorAris F. Harvenda

Denpasar, KompasOtomotif – Pasar moge Indonesia bakal makin riuh. Direktur Marketing Yamaha Indonesia, Yutaka Terada, membeberkan rencana memasarkan dua model CBU baru. Bila semua proses berjalan lanjar, keduanya bakal menjalani debut  di gelaran Jakarta Motorcycle Show (JMCS), yang digelar pada akhir Oktober 2014.

“Model tambahan Yamaha, MT-09. Ini model baru, tiga silinder. Tapi bukan sekarang, harus ada proses homologasi. Ada satu lagi, WR 250,” ungkap Terada di sela peresmian ekspansi pemasaran moge Yamaha di Denpasar, Bali, Rabu (30/4/2014).

Kedua model ini dianggap punya peluang besar menggaet konsumen yang belum pernah tersentuh. MT-09 merupakan sepeda motor dual purpose bermesin 3-sillnder 847 cc,  buat berlaga di jalan aspal dan semi off-road. Sementara WR250 memiliki keahlian “menggaruk tanah” dengan kekuatan dari mesin berkapasitas 250 cc.

yamaha-motor.eu Yamaha WR250F

Kasta tertinggi
Eko Prabowo, GM Marketing & Communication Development Yamaha Indonesia, menjelaskan, pilihan model itu sejalan keinginan yang selalu mengejar kasta tertinggi buat produk impor. Itu juga yang dijadikan alasan kenapa Yamaha Indonesia condong memilih MT-09 dengan cc lebih besar ketimbang “sang adik” MT-07 dengan spesifikasi lebih “bersahabat”.  

Eko menambahkan, besar kemungkinan kedua model itu akan melantai di salah satu ajang pameran sepeda motor terbesar Tanah Air. "Mudah-mudahan sudah bisa dipamerkan di JMCS 2014," katanya. 

Dijelaskan, homologasi baru akan dimulai akhir tahun. Salah satu syarat yang harus dijalani adalah uji kelayakan jalan. Bila beruntung, mungkin saja kamera jurnalis bisa “menangkap” aktivitas itu di jalan-jalan umum.

Gengsi
Meski masih belia di pasar moge, pihaknya semakin lihai melihat peluang. Eko membeberkan, unsur gengsi sangat kuat di Indonesia. “Semakin jarang model yang dibeli maka semakin tinggi nilai gengsinya,” ujar Eko.

Di level seperti ini, orang tidak terlalu melihat merek, tapi citra apa yang bisa didapat kalau pakai moge. “Kita mau coba target konsumen yang lain. Market sudah mulai dipelajari dari sekarang. Kita mau ada diferensiasi produk. Karakteristik kedua model itu belum ada di Indonesia,” imbuh Eko. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X