Penjualan Mobil Stagnan Pengaruhi Bisnis Asuransi

Kompas.com - 23/04/2014, 08:20 WIB
Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014) Kompas-Agus SusantoLuapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014)
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Prediksi Gaikindo bahwa penjualan mobil baru tahun ini bakal stagnan dari 2013, ikut mempengaruhi perkiraan laju bisnis Asuransi Astra Buana (AAB). Santosa, CEO AAB, meramalkan, produk asuransi khusus otomotif, Garda Oto, cenderung tidak beranjak jauh dari tahun lalu.  

“Sektor di roda empat itu stagnan, sedangkan roda dua juga kemungkinan tidak akan bertumbuh terlalu besar,” ungkap Santosa di Jakarta, Selasa (23/4/2014). Perkiraan ini juga dinilai akan berimbas kepada total laba AAB keseluruhan. Pasalnya Garda Oto merupakan komposisi terbesar dari bisnis, mewakili 60 persen.

Laporan tahunan AAB menyebutkan, keuntungan bersih sepanjang 2013 mencapai Rp 873 miliar, bertumbuh 17,6 persen dari 2012. Sementara Premi Bruto (GWP) juga meningkat, tumbuh 23,4 persen dibanding 2012 menjadi Rp 3,8 triliun.

Peluang
Pada 2014, dipengaruhi banyak faktor, banyak ATPM telah memutuskan untuk menaikan harga unit. Hal ini dilihat sebagai membuka sedikit peluang dan harapan pertumbuhan. “Produksi mobil berarti kira-kira sama seperti 2013. Rate kita tetap, tapi karena ada penyesuaian harga, pertumbuhan akan datang dari sana, kira-kira bisa mencapai 7 - 10 persen. Meski begitu, dalam definisi saya itu stagnan,” terang Santosa. 

Mayoritas pemegang polis Garda Oto merupakan konsumen kendaraan produksi merek otomotif grup Astra. Kenyataannya, sekitar setengah populasi kendaraan baru di Indonesia produksi Toyota atau Daihatsu. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X