Mercedes-Benz Sindir Produsen Mobil Listrik AS

Kompas.com - 19/04/2014, 12:46 WIB
Bos Mercedes-Benz Amerika Serikat, Steve Cannon (kiri) bersama aktor televisi, Jon Hamm, memperkenalkan S63 AMG Coupe di New York Motor Show 2014. ForbesBos Mercedes-Benz Amerika Serikat, Steve Cannon (kiri) bersama aktor televisi, Jon Hamm, memperkenalkan S63 AMG Coupe di New York Motor Show 2014.
|
EditorAris F. Harvenda

New York, KompasOtomotif – Seusai memperkenalkan S63 AMG Coupe di New York Motor Show 2014, (18-27 April 2014), bos Mercedes-Benz Amerika Serikat, Stephen Cannon, melemparkan kata-kata “berbahaya” dengan mengatakan pabrikan mobil listrik Amerika Serikat, Tesla, belum cukup “umur” bermain di segmen premium.

Cannon mengutarakan pendapatnya, setelah menjawab pertanyaan rencana Mercedes-Benz menambah mobil hibrida plug-in dalam beberapa tahun ke depan. Ia mengungkapkan, sistem baru telah disiapkan dan diprediksi bakal tenar, jadi siapapun yang merasa akan membeli Tesla akan beralih ke pilihan lebih layak.

“Konsumen yang membeli Tesla sekarang karena mereka pikir itu keren. Bila Anda adalah konsumen Tesla, maka Anda harus punya mobil kedua,” ucap Cannon, seperti dilansir Forbes, Rabu (16/4/2014). Perlu infrastruktur spesial untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik, ia menganggap kendaraan seperti itu bukan konsumsi besar. “Bersama Mercedes, Anda punya semua jaringan. Jadi Anda tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Persaingan
Meski menyadari Tesla adalah pemasok motor listrik buat B-Class Electric Drive, Cannon berpendapat,  perusahaan yang didirikan Elon Musk itu tidak punya jaringan, dan minim kapasitas layanan mumpuni. Dengan begitu, hanya waktu yang bisa membuktikan keesuksesan, itu pun dirasa akan terjadi dalam jangka waktu panjang.

“Tesla itu hebat, tapi perlu banyak pembuktian buat merek premium, seperti Porsche atau Mercedes-Benz.  Jadi butuh beberapa lama untuk menunggu dan membiarkan Tesla bermain sendirian (menjual mobil listrik). Kerja yang bagus buat Tesla, tapi apakah mereka bisa menjaga merek lain tidak masuk ke pasar itu? Kita lihat saja,” terang Cannon.

Dengan kata lain, Cannon punya indikasi ingin mengucilkan Tesla dari persaingan kendaraan mewah alternatif. Kalau Tesla menjual mobil murni listrik, Mercedes-Benz percaya diri dengan mobil hibrida. Ada beberapa faktor yang dirasa bisa membuat Mercedes-Benz mampu memikat lebih banyak konsumen mobil mewah alternatif dari Tesla, di antaranya, jaringan dealer yang luas, menawarkan pilihan mesin diesel dan bensin, serta pengalaman memanjakan konsumen premium.

“Konsumen menginginkan semua itu, tapi mereka tidak mau merugi karena itu, jadi potensi memiliki mobil listrik seumur hidup ataupun menjadikannya bagian dari sisa hidup konsumen, sangat terbatas,” tutup Cannon. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.