Suzuki Siapkan Teknologi Hibrida Sederhana

Kompas.com - 17/04/2014, 12:00 WIB
Suzuki menyiapakan teknologi hibrida yang lebih sederhana dan murah. www.automobilesreview.comSuzuki menyiapakan teknologi hibrida yang lebih sederhana dan murah.
|
EditorAris F. Harvenda
Tokyo, KompasOtomotif - Suzuki Motor Corporation (SMC) segera memperkenalkan teknologi terbaru hibrida, yang lebih sederhana dan murah. Teknologi ini juga akan memadukan mesin bensin konvesional, dengan motor listrik demi mencapai tingkat efisiensi lebih baik, sehingga bisa bersaing dengan rival dari negara asalnya.

Produsen mobil terbesar keempat di Jepang tersebut, selama ini hanya fokus menciptakan mesin-mesin bensin berkapasitas kecil. Suzuki juga dikenal sebagai produsen Kei Car (mobil mini berkapasitas mesin di bawah 1.0L) terlaris di Jepang. Kini, supaya bisa bertahan dan punya daya saing lebih baik, Suzuki ikut mengembangkan teknologi hibrida.

"Harapan konsumen untuk mendapat efisiensi lebih baik terus berkembang, bukan cuma di Jepang dan Eropa tapi negara berkembang lainnya. Bahkan, produsen mobil kompak seperti Suzuki butuh pengembangan lebih lanjut soal efisiensi bahan bakar," jelas Osamu Honda, Wakil Presiden Eksekutif SMC dilansir Reuters, Rabu (16/4/2014).

Teknologi
Suzuki sebenarnya sudah meperkenalkan teknologi sistem rem regeneratif pada masyarakat beberapa waktu lalu. Teknologi ini berfungsi mengubah daya kinetik dari pengereman mobil diubah menjadi tenaga listrik dan disimpan ke baterai lithium-ion.

Konsepnya sama seperti mobil hibrida yang ada di pasar, bedanya tenaga listrik ini tidak disalurkan untuk akselerasi mobil, tapi hanya digunakan sebagai tenaga sekunder untuk piranti yang ada di dalam kabin, seperti pendingin ruangan, radio, dan peralatan elektronik lain.

Kini, Suzuki tengah menciptakan sistem serupa tetapi akan digunakan untuk membantu akselerasi mobil. Teknologi sama yang sudah digunakan oleh Nissan dan Volkswagen.

Berbeda
Suzuki mengaku sistem yang dimilikinya berbeda dengan yang digunakan Toyota pada beberapa model hibrida yang sudah dipasarkan. Teknologi hibrida Suzuki tidak bisa menggerakkan mobil cuma mengandalkan tenaga listrik saja, tapi masih butuh bantuan mesin bensin. Sesuai penjelasannya, sistem ini lebih sederhana dan murah.

Masato Kasai, Managing Officer SMC mengatakan, teknologi ini akan digunakan pada beberapa model kompak Suzuki di Jepang kemudian disusul di Eropa.Tapi, kapan akan diluncurkan, Masato masih belum mau mengatakan.

Ke depan, Suzuki berharap bisa mengembangkan teknologi hibrida yang lebih canggih lagi. Sebenarnya, bukan pertama kalinya Suzuki memperkenalkan teknologi hibrida. Sejak 2003, pihaknya sudah menjual dua model hibrida, tapi penjualannya tidak bagus sehingga menjadi pengalaman buruk perusahaan dan menghentikan begitu saja. Kini, akan dicoba lagi!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X