Jakarta Uji Coba Tilang Elektronik mulai Tahun Ini

Kompas.com - 15/04/2014, 18:42 WIB
Polisi lalu lintas merazia para pengendara sepeda motor yang nekat melintasi JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Karet, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014). Puluhan pengendara sepeda motor terjaring dalam razia yang dilakukan untuk menekan tingkat kecelakaan. Seharusnya pemotor dilarang melintas JLNT tersebut. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPolisi lalu lintas merazia para pengendara sepeda motor yang nekat melintasi JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Karet, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014). Puluhan pengendara sepeda motor terjaring dalam razia yang dilakukan untuk menekan tingkat kecelakaan. Seharusnya pemotor dilarang melintas JLNT tersebut.
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif — Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal (Pol) Pudji Hartanto mengatakan, Polri siap menguji coba mekanisme Tilang Elektronik mulai tahun ini. Ibu Kota dipilih jadi lokasi uji coba penerapan, mengingat kesiapan infrastruktur penunjang paling lengkap dibanding daerah lain.

"Target kami tahun ini, akan mulai uji coba. Sebenarnya kita (Indonesia) ketinggalan. Korea Selatan saja sudah 10 tahun menggunakan mekanisme ini," ujar Pudji di Jakarta Utara, Selasa (15/4/2014). Sayang, Pudji tidak menegaskan kapan tepatnya Tilang Elektronik ini akan diuji coba.

Mekanisme tilang di Indonesia, menurut Pudji, masih sangat konvensional. Setiap pelanggar aturan lalu lintas diwajibkan ikut sidang sehingga tidak praktis karena menyita banyak waktu serta merugikan pelanggar dan penegak hukum.

Mekanisme
Bagaimana penerapan mekanisme Tilang Elektronik? Pudji menjelaskan, kalau di Korea Selatan (Korsel), kepolisian setempat memanfaatkan kamera CCTV yang dipasang pada titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Setiap pelanggar akan terfoto otomatis dan mendapat denda langsung.

"Jadi, setiap kendaraan juga punya alat khusus, namanya on board unit, semacam barcode untuk mengidentifikasi kendaraan," beber Pudji.

Pelanggar kemudian akan mendapat struk tilang berupa denda yang wajib dibayar langsung ke bank terkait. Pemberian struk bisa dilakukan oleh polisi yang bertugas setelah kejadian berlangsung. "Selain setor ke bank, kalau di luar itu juga bisa langsung gesek kartu kredit," lanjut Pudji.

Untuk Indonesia, lanjut Pudji, soal mekanisme dan regulasi masih akan dibicarakan tahun ini. Namun, dengan uji coba, setidaknya kelemahan dan kelebihan bisa diketahui, kemudian disimpulkan menjadi peraturan yang efektif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.