Penjualan Mobil di China Dihantui Pembatasan

Kompas.com - 08/04/2014, 16:42 WIB
Mobil buatan China menunggu untuk di ekspor di pelabuihan Dalian, China REUTERS/China Daily Mobil buatan China menunggu untuk di ekspor di pelabuihan Dalian, China
|
EditorAris F. Harvenda
Shanghai, KompasOtomotif - Penjualan kendaraan penumpang (passanger car) di China naik 9 persen pada Maret 2014. Beberapa merek yang berhasil mencatatkan peningkatan penjualan, antara lain General Motors (GM) dan Toyota.

Selain itu, tumbuhnya pasar juga dipicu adanya aksi sejumlah konsumen yang spekulasi mempercepat pembelian mobil baru karena takut semakin banyak kota besar yang membatasi kepemilikan mobil.

Asosiasi Industri Otomotif China (CAAM) menyatakan, total penjualan ritel mobil penumpang berbagai tipe, mulai dari kendaraan multi guna sampai SUV tercatat 1,59 juta unit (Maret 2014). GM berhasil menjual 313.283 unit mobil bulan lalu, naik 7,8 persen ditopang permintaan Buick dan Cadillac. Toyota berhasil naik 19 persen dengan hasil 90.400 unit penjualan, dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

CAAM memprediksi pasar mobil China tahun ini akan naik 10 persen, sedikit melambat dari tahun sebelumnya (2013) yang tercatat 14 persen.

Pembatasan
Hangzhou, ibukota dari Provinsi Zhejiang merupakan kota keenam yang memberlakukan pembatasan kepemilikan mobil bagi warganya. Sama seperti Beijing dan Shanghai, setiap tahun, pemerintah daerah hanya menjatah jumlah plat nomor baru yang bisa keluar dan bisa dimiliki, dengan metode undian.

Kekhawatiran pemerintah pusat China terhadap semakin memburuknya kualitas udara membuat polusi jadi masalah nasional. Perdana Menteri, Li Keqiang, juga sudah menyatakan perang terhadap kabut hitam yang selalu menyelimuti kota-kota besar di China.

"Orang-orang tidak mau berisiko kehilangan kesempatan memiliki mobil dan lebih baik beli duluan daripada menyesal, karena tidak bisa diprediksi kapan regulasi pembatasan akan diberlakukan nanti," jelas Han Weiqi, analis dari CSC International Holding Limited di Shanghai, dilansir Bloomberg (7/4/2014). Akibatnya, gelombang sejumlah spekulan ikut menyumbang penjualan Maret lalu.

Delapan Kota
Kualitas udara Huangzhou mulai mengkhawatirkan dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan. Level kepadatan lalu-lintas di kota ini juga semakin padat dengan berkurangnya rata-rata kecepatan menjadi di bawah 20 km per jam pada jam-jam sibuk, seperti pagi atau sore hari.

CAAM memprediksi akan ada delapan kota besar di China yang berpotensi menerapkan peraturan pembatasan kepemilikan mobil di masa depan, di luar Beijing dan Shanghai. Dua kota yang baru saja memberlakukan peraturan ini, adalah Hangzhou dan Tianjin. Sementara masih tersisa enam kota besar lain, adalah Shenzhen, Chengdu, Shijiazhuang, Chongqing, Qingdao, dan Wuhan.

Perdana Menteri Li mengatakan, memperbaiki kualitas udara di China menjadi prioritas utama negara saat ini. Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, 7 juta jiwa melayang karena polusi udara di dunia pada 2012. Dari jumlah itu, 40 persen disumbang dari China. Beberapa penyakit yang muncul karena masalah ini, meliputi kanker paru.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X