Prinsipal Otomotif Global Mulai Galau di Rusia

Kompas.com - 24/03/2014, 14:46 WIB
Iring-iringan kendaraan militer Rusia terlihat bergerak di jalan raka dekat kota Dzhankoy, Ukraina, Sabtu (15/3/2014). Militer Rusia mulai dikerahkan ke dekat perbatasan Ukraina menjelang referendum Crimea, Minggu (16/3/2014). VASILY MAXIMOV / AFPIring-iringan kendaraan militer Rusia terlihat bergerak di jalan raka dekat kota Dzhankoy, Ukraina, Sabtu (15/3/2014). Militer Rusia mulai dikerahkan ke dekat perbatasan Ukraina menjelang referendum Crimea, Minggu (16/3/2014).
|
EditorAris F. Harvenda
Moskwa, KompasOtomotif - Situasi politik dan keamanan yang tengah memanas di Rusia, membuat kepercayaan diri konsumen untuk membeli mobil baru turun. Seiring dengan itu, nilai tukar mata uang Ruble juga melemah, membuat sejumlah prinsipal otomotif global mulai galau di negeri beruang merah.

Merek asing yang mengandalkan impor komponen dari luar Rusia menghadapi kenaikan yang tidak menguntungkan. Sebaliknya, bagi produsen otomotif lokal, kondisi ini justru memperbesar level daya saing mereka. Nilai tukar ruble anjlok sampai 11 persen tahun ini akibat krisis Crimea yang tengah terjadi antara pemerintah Rusia dan Ukraina.

"Bagi industri yang mengandalkan pasokan lokal, kondisi ini justru lebih baik meningkatkan daya saing di pasar global. Lebih banyak positifnya daripada negatif, memang masih besar ketergantungan pada komponen impor, tapi kami sedang mengupayakan mengurangi ini," beber Alexei Rakhmanov, wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, dilansir Reuters, Jumat (22/3/2014).

Tiga skenario
Rakhmanov memprediksi, total penjualan mobil baru akan turun, tapi dengan tiga skenario  berbeda tahun ini. Pertama, anjlok 6,5 persen kondisi terburuk. Turun 2,8  persen menjadi 2,83 juta unit merupakan skenario moderat atau tergerus 0,7 persen jadi target optimis.

Pembelian mobil baru terus menurun sejak tahun lalu, konsumen enggan mengeluarkan uang banyak. Penjualan turun 5 persen pada 2013 dan diprediksi masih akan berlanjut tahun ini. Sebab, kondisi ekonomi yang masih rentan terhadap gangguan politis dan keamanan nasional.

"Penguatan ruble baik bagi kami, karena kami menggunakan komponen lokal lebih banyak dari yang lain. Tapi, di sisi lain kondisi pasar lagi tidak optimal karena tingkat kepercayaan diri konsumen sedang turun," beber Bo Andersson, Chief executive officer (CEO) AvtoVAZ, produsen mobil terbesar di Rusia.

Tingkat kecemasan tinggi
Andersson mengkhawatirkan kalau konsumen justru punya tingkat kecemasan lebih tinggi soal ancaman kondisi ekonomi yang bisa terpuruk kalau perang terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi merek asing, kondisi ini tidak menguntungkan. Ford melalui anak perusahaannya, Ford Sollers, memastikan akan menghentikan sementara produksinya mulai April-Juni 2014. Pelemahan ruble membuat ongkos produksi tidak kompetitif membuat merek asal AS ini minin daya saing.

"Situasi ini menambah beban lebih berat bagi bisnis Ford Sollers. Seperti biasa, kami akan terus memantau kondisi ekonomi dan akan bertindak sesuai lingkungan yang berubah. Tidak ada komentar atau spekulasi menyangkut rencana produksi kami," tulis Ford.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.