Ketegangan Rusia-Ukraina Mengkhawatirkan Prinsipal Otomotif

Kompas.com - 06/03/2014, 11:38 WIB
Sekelompok orang bersenjata yang diyakini pasukan Rusia terlihat berbaris di luar sebuah basis militer Ukraina di Semenanjung Crimea. Reuters/RIA NovostiSekelompok orang bersenjata yang diyakini pasukan Rusia terlihat berbaris di luar sebuah basis militer Ukraina di Semenanjung Crimea.
|
EditorAris F. Harvenda
Geneva, KompasOtomotif - Para eksekutif dari beberapa prinsipal otomotif dunia, seperti Ford, General Motors, dan Renault mengaku terus mengikuti perkembangan yang terjadi atas memanasnya hubungan Rusia dengan Ukraina. Mereka masih mempelajari dampak apa yang bisa terjadi terhadap kondisi Rusia sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di Eropa.

Dengan total penjualan 2,78 juta unit mobil pada tahun lalu (2013), Rusia merupakan salah satu pasar penting bagi prinsipal. Sebagai perbandingan, tahun lalu penjualan di Jerman-pasar terbesar di Eropa-mencapai 2,95 juta unit dan di Inggris 2,26 juta unit.

Tidak Stabil
"Kondisi terakhir sangat tidak stabil dan kami terus memantau setiap perkembangannya. Kami belum mengambil keputusan apa-apa dalam jangka pendek, karena masih terlalu dini untuk menyimpulkan sesuatu," jelas Stephen Odell, Kepala Ford Eropa dilansir Autonews Europe (5/3/2014).

Ford memproduksi Focus dan Mondeo di pabrik St Petersburg, Rusia. Kerjasama juga tengah dijalin dengan pabrikan lokal, Sollers, untuk merakit EcoSport dan Edge mulai tahun ini. General Motors juga punya pabrik di St Petersburg dengan kapasitas 350.000 unit per tahun.

"Kami juga terus memantau kondisi dan menyiapkan aksi yang perlu dilakukan. Ini merupakan pasar yang besar bagi kami," jelas Dan Amman, Presiden GM.

Kondisi Ekonomi
Renault dan Nissan tengah fokus meningkatkan penjualan negeri beruang merah, setelah berhasil membeli saham AvtoVAZ-produsen Lada-selaku produsen mobil terbesar di Rusia. Penjualan Renault naik 11 persen tahun lalu mencapai 210.099 unit. Kondisi ekonomi Rusia sudah mulai terpengaruh ketegangan politik itu, tercermin dari anjloknya nilai tukar Ruble ke level terendah sepanjang sejarah.

"Di Rusia kami punya ketertarikan ekonomi dan keuangan. Lokalisasi kami sangat tinggi, mendekati 80-85 persen. Jadi devaluasi bukan jadi masalah besar bagi kami, tapi masalah utamanya kondisi politik yang lagi memanas," beber Jerome Stoll, Chief Performance Officer Renault.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total penjualan mobil di Rusia 2013 lalu turun 6 persen, menjadi hasil negatif pertama setelah tiga tahun sebelumnya terus tumbuh rata-rata 27 persen. Bahkan sebelum kondisi politik memanas, Asosiasi Bisnis Eropa yang berbasis di Moskwa, memprediksi total penjualan mobil tahun ini akan mencapai 2,73 juta unit.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X