Pangsa Pasar Turun, Otomotif Astra Masih Untung Rp 9,8 T

Kompas.com - 27/02/2014, 20:16 WIB
Sejumlah direksi Grup Astra. Agung KurniawanSejumlah direksi Grup Astra.
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - PT Astra International Tbk (Grup Astra) berhasil meraup laba bersih dari bisnis otomotif mencapai Rp 9,8 triliun pada 2013, naik 4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini berkat keberhasilan menjual 655.000 unit mobil di bawah naungan Grup Astra, meliputi Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot, naik 8 persen dari sebelumnya.

Total penjualan mobil baru (semua merek) tahun lalu naik 10 persen menjadi 1,2 juta unit. Sementara penguasaan Grup Astra di pasar turun menjadi 53 persen dari sebelumnya 54 persen dengan mengandalkan peluncuran 23 model baru dan 12 model facelift. Antara lain duo Low Cost Green Car (LCGC) Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla, yang mulai dijual September 2013.

Grup Astra dalam keterangan resminya menyatakan, permintaan kendaraan bermotor masih tinggi, tetapi persaingan semakin ketat di pasar. Peningkatan kapasitas produksi domestik dan tingginya biaya tenaga kerja mempengaruhi kontribusi laba bersih dari bisnis mobil yang digawangi Grup.

Dari bisnis sepeda motor, Grup Astra yang mengandalkan PT Astra Honda Motor berhasil mendongkrak penjualan 15 persen menjadi 4,7 juta unit. Sementara total penjualan sepeda motor nasional juga naik 10 persen tahun lalu, menjadi 7,7 juta unit. Dengan hasil ini, penguasaan sepeda motor Honda terhadap total pasar (pangsa) naik menjadi 61 persen dari sebelumnya cuma 58 persen, berkat meluncurkan dua model baru dan 9 facelift.

Dari bisnis komponen yang dipunggawai oleh PT Astra Otoparts Tbk (AOP) juga berhasil menaikkan volume penjualan. Tapi, sebaliknya laba bersihnya justru tergerus akibat kenaikan biaya bahan baku dan tenaga kerja yang tidak dialihkan langsung pada konsumen. Total laba bersih yang dicatat AOP mencapai Rp 1 triliun, turun 4 persen dari sebelumnya. Meskipun demikian, perusahaan mengaku ada peningkatan penjualan di segmen Original Equipment Manufacturer (OEM), suku cadang, dan ekspor.

Pendapatan Total
Dalam keseluruhan bisnis Grup Astra, total pendapatan bersih yang berhasil dikantongi perusahaan mencapai Rp 192,9 triliun, naik 3 persen. Sementara Laba bersih tercatat Rp 19,4 triliun atau cenderung stagnan dari tahun sebelumnya.

Laba bersih per saham sebesar Rp 480 juga sama dengan tahun lalu. Sementara nilai aset bersih Astra Rp 2.073 per saham, melesat 18 persen dari Rp 1.759 per saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Prospek bisnis tahun ini diperkirakan tetap baik, walaupun kompetisi di pasar mobil masih akan tinggi dan harga batu bara masih melemah. Sementara itu, kenaikan suku bunga pinjaman dan volatilitas nilai tukar rupiah harus diwaspadai,” tukas Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi yang diterima KompasOtomotif, Kamis (27/2/2014).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X