Filosofi di Balik Desain dan Konsep Skuter Hero RNT (Bagian1)

Kompas.com - 18/02/2014, 12:04 WIB
RNT, konsep skuter serbabisa dari Hero MotorCorp. Hero MotorCorpRNT, konsep skuter serbabisa dari Hero MotorCorp.
Penulis Zulkifli BJ
|
EditorZulkifli BJ
Hero MotorCorp Dirancang agar boncengan depan bisa duduk dan kaki bisa ditaruh dek (foot rest).
Delhi, KompasOtomotif - Sebagian orang boleh saja menilai, konsep skuter RNTyang ditampilkan oleh Hero Motor Corp., India di Delhi Auto Expo pada awal bulan ini aneh-aneh saja. Terutama melihat sosok yang sangat berbeda dari skuter umum atau “mainstream” saat ini. Bahkan makin aneh, sebagai penggerak utama digunakan generator diesel yang dikombinasiskan dengan motor listrik dan baterai sehingga menjadi skuter hibrida!

Kendati demikian, bila filosofi dan konsep skuter ini didalami lagi, justru muncul kekaguman. Pasalnya, Hero RNT dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat negara-negara berkembang, seperti India, termasuk Indonesia. Bahkan bisa menjalar ke negara berkembang di Asia lain, seperti Laos, Kamboja, Vietnam dan Afrika.

RNT dirancang sebagai skuter “multi-talent” atau serbaguna sejati, tidak seperti yang ada dalam benak perancang  skuter berdasarkan kebutuhan orang Eropa atau yang dikembangkan kembali oleh produsen sepeda motor Jepang. Karena itu pula, melihat konsepnya, RNT pun dijuluki skuter “mutant”, penjelmaan truk pikap beroda dua. Berarti, skuter ini tidak hanya untuk membawa orang, juga barang.

Dijejali Penumpang
Di negara berkembang seperti yang disebutkan di atas, sepeda motor bukan hanya sekadar alat transportasi praktis untuk membawa satu atau dua orang, juga sebagai kendaraan keluarga. Tak jarang, sepeda motor atau skuter, dijejali sampai 5-penumpang. Bahkan, di Indonesia, kita sering melihat sepeda motor dijejali penuh barang bawaan yang menggunung, persis seperti truk pikap! 

Kita sering melihat, sepeda motor ditumpangi lima orang: di depan anak, berikutnya ayah (pengendara), anak, dan ibu yang mengendong anak di belakang sebagai boncengan yang berada di belakang. Paling kasihan, anak yang di depan, duduk “nyempil” dengan tubuh tertekuk. Sedangkan boncengan lain tidak memperoleh kenyamanan (juga keamanan) karena kakinya tidak bisa ditaruh di “foot rest”. Bahaya lain, jari-jari roda bisa menarik pakaian pembonceng paling belakang!

Nah, coba perhatikan desain RNT lebih seksama! Di depan jok utama, ada bonggol yang agak ditinggi dibandingkan skuter umumnya, bahkan dengan sepeda motor bebek. Dipastikan, bisa digunakan sebagai tempat duduk anak yang berada di depan. Begitu juga dengan jok utama, ukurannya lebih panjang. Bahkan ditambah pula jok kecil di belakang. Sedangkan bagian ekor atau buntut dibuat rata.  Semuanya bisa digunakan sebagai tempat duduk yang lebih baik!

Coba perhatikan bagian samping sisi bawah bodi - tempat kaki - mulai dari depan sampai ke belakang. Pengendara dan boncengan bisa menaruhi kaki di bagian tersebut. Bahkan untuk boncengan paling belakang, disediakan jeruji dengan tatakan kaki. Selain memberi kenyamanan, sekaligus melindungi pakaian agar tidak tersangkut di jari-jari roda! (Bersambung)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X