Tematis Seputar Banjir

Indikasi Sepeda Motor Bakal Rusak Saat Terjang Banjir

Kompas.com - 18/01/2014, 15:09 WIB
Daerah Sumompo, Kota Manado kembali terendam banjir akibat hujan yang tidak berhenti sejak Sabtu (28/12/2013) subuh. Kompas.com/Ronny Adolof BuolDaerah Sumompo, Kota Manado kembali terendam banjir akibat hujan yang tidak berhenti sejak Sabtu (28/12/2013) subuh.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Saat sepeda motor terpaksa harus menerjang banjir, ada beberapa hal yang perlu diketahui biker untuk meminimalisir potensi bahaya dan kerugian buat tunggangan. Poin penting coba diutarakan Sarwono Edi, Technical Training Service Manager AHM, dikatakan batas aman genangan air buat dilewati semua jenis sepeda motor, yaitu di bawah level pijakan kaki.

 “Saat menerjang banjir jenis sport diuntungkan, sebab posisi saringan udara, busi dan knalpot lebih tinggi daripada matik atau bebek,” papar Sarwono kepada KompasOtomotif, Sabtu (16/1/2014). 

Ada 3 unsur dasar yang menyebabkan sepeda motor bisa bekerja, yakni bensin, listrik, dan kompresi. Jika suplai salah satunya bermasalah, bisa dipastikan kinerja tidak maksimal. Saat apes tiba-tiba mesin mati di tengah banjir, Sarwono menjelaskan terdapat dua indikasi penyebab yang perlu diketahui pengendara agar bisa ditangani dengan tepat.

Tersendat
Bila sepeda motor tiba-tiba berjalan tersendat saat melewati genangan air, salah satu penyebabnya suplai listrik tidak stabil akibat busi terkena cipratan air. Karet yang tugasnya melindungi busi malah bisa jadi tempat berkumpulnya air, maka harus dicopot dan dibersihkan dulu hingga kering.

“Solusinya bisa dilapisi pelumas pelindung agar mencegah air masuk ke terminal busi, kalau motor baru sih cenderung masih aman,” jelas Sarwono.  Tidak ada masalah menyalakan sepeda motor pakai tombol atau kick starter.

Mendadak
Saat melibas genangan, air bisa menyusup ke ruang bakar setelah masuk lewat saringan udara, throtle bodi, dan intake.  Kalau sudah begini proses pembakaran tidak optimal, campuran bensin dan udara terkontaminasi air yang tidak bisa dimampatkan. Bahkan jika jumlah air terlalu banyak bisa menyebabkan water hammer.

Sarwono menjelaskan, water hammer terjadi hanya sekejap. Piston, stang piston, dan klep yang rusak membuat mesin mati mendadak. Bila indikasinya seperti ini jangan coba menyalakan mesin, terpaksa sepeda motor harus digiring ke tepi jalan dan mencari bantuan.

Cek juga kualitas oli memakai dipstick. Oli yang tercampur air warna berubah seperti putih susu. Sarwono menyarankan jika itu terjadi sepeda motor jangan diajak jalan lagi, pasalnya komponen mesin tidak terlindungi dengan baik. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.