Tematis Audio

Hati-Hati Ganti ”Head Unit” Mobil

Kompas.com - 29/12/2013, 09:36 WIB
Head Unit pada Suzuki Swift, bisa diganti produk aftermarket termasuk fungsi tombol di setir. Donny AprilianandaHead Unit pada Suzuki Swift, bisa diganti produk aftermarket termasuk fungsi tombol di setir.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Kurang puas dengan head unit (HU) bawaan standar mobil, atau justru tidak sreg dengan bebunyian yang dihasilkan di kabin? Banyak pemilik mobil yang langsung memvonis HU kurang layak. Padahal, faktor penyebabnya banyak, mulai dari instalasi kabel, kualitas speaker, hingga penataan komponen.

”Tapi kalau alasannya supaya HU semakin pintar, itu layak dilakukan,” sambar Sutomo, instalator SN Audio di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Yang dimaksud pintar misalnya, HU standar cuma single DIN lalu diganti 2DIN. Atau dulu tidak bisa touchscreen dan Bluetooth, atau sekaligus terintegrasi dengan GPS.

Donny Apriliananda Head Unit mobil-mobil Eropa,

Sutomo memberi wejangan untuk KompasOtomotif, bahwa mengganti HU tidak bisa sembarangan. Apalagi sekarang banyak mobil yang sistem audionya terintegrasi dengan komputer, setir, dan dashboard. Mencopotnya butuh ketelitian ekstra agar tidak mengganggu sistem komputer mobil. ”Biasanya yang susah mobil-mobil Eropa mewah. Saran saya jangan kalau bukan paketan,” terangnya.

Dijelaskan, dalam sistem terintegrasi banyak sistem lain. Misal, sensor tekanan angin ban, suhu, konsumsi bahan bakar, dan sebagainya. Jika sistem audionya diganti, kerja sistem lainnya akan terpengaruh dan kemungkinan besar error. Paling riskan, kalau pemasangan kabel tidak sesuai sistem kelistrikan, dikhawatirkan timbul korsleting dan menyebabkan mobil terbakar.

Mobil Jepang
Beda dengan beberapa mobil merek Jepang keluaran baru seperti Honda CR-V, Nissan March, Suzuki Ertiga, dengan HU yang terintegrasi sistem komputer. ”Kalau mobil-mobil Jepang tidak terlalu rumit. Pasang HU dan sistem audio aftermarket masih bisa meskipun terintegrasi,” urai Sutomo.

Misalnya, pengabelan yang termasuk mudah ”diurut” dan kebanyakan plug and play. Sistem pengoperasian audio lewat tombol pada setir tetap bisa dan tampilan pada MID tidak terpengaruh. Harganya bervariasi, mulai Rp 3 juta tergantung jenis mobil dan merek HU.

Ganti ”Frame”
Perhatikan juga ukuran. Jika HU yang terintegrasi harus membongkar dasbor, mau tak mau pemilik mobil membelikan frame yang cocok dengan HU baru. Tapi alangkah baiknya kalau HU baru berspesifikasi fit OEM alias berukuran sama.

”Kalau bisa, pilih yang fitur konektivitas output-nya memiliki RCA untuk front, rear, dan subwoofer. Kalau suatu saat ingin meningkatkan kualitas suara lebih baik, tidak perlu lagi mengganti HU. Minimal punya 2 RCA output dan fitur equalizer,” jelas Sutomo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.