Honda Ancam "Cabut" dari MotoGP

Kompas.com - 27/12/2013, 10:56 WIB
Shuhei Nakamoto (tiga dari kiri) mengancam angkat kaki dari MotoGP jika mandatori ECU diberlakukan. motor.honda.huShuhei Nakamoto (tiga dari kiri) mengancam angkat kaki dari MotoGP jika mandatori ECU diberlakukan.
|
EditorZulkifli BJ

Tokyo, KompasOtomotif - Shuhei Nakamoto, Prinsipal HRC mengancam angkat kaki dari MotoGP jika Dorna tetap mengatur mandatori penggunaan ECU seragam. Nakamoto menilai rencana itu sangat tidak masuk akal dan menciderai kerativitas dan pengembangan teknologi di setiap tim.

Pada musim 2014, Dorna menetapkan menggunakan komputer mesin atau ECU dan dataloggers buatan Magneti Marelli untuk semua tim. Hanya tim pabrikan diperbolehkan menggunakan ECU tapi namun dibatasi hanya mengisi tangki 20 liter bensin untuk satu kali balapan. Sedangkan tim yang menggunakan ECU dari Marelli diperbolehkan mengisi sampai 24 liter bensin.

ECU-lah yang  selama ini membedakan kualitas tim pabrikan dengan satelit. Ducati mengatakan sudah menyiapkan sepeda motor yang lebih kompetitif denganECU Magneti Marelli.

Honda, salah satu pemimpin pengembangan teknologi sepeda motor menegaskan tetap mempertahankan MotoGP pada jalurnya. Kabarnya, mandatori untuk menggunakan ECU yang seragam ditetapkan Dorna pada 2017.

"Jika MotoGP mengatur penggunaan ECU, 99 persen Honda pasti akan hengkang. Alasan utama Honda ikut balapan adalah untuk mengembangkan teknologi. Kami pikir MotoGP adalah tempat terbaik untuk uji coba," beber Nakamoto yang dilansir Autosport (26/12/2013).

Jika kesempatan untuk mengembangkan teknologi dirampas, Honda akan kehilangan alasan utamanya. Mengapa harus mengeluarkan dana besar untuk ikut balapan setiap tahunnya.

"Posisi Honda bukan (tim) baru. Saya sudah mengatakannya sebelum ini dan iini  bukan gurauan," tegas Nakamoto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X