Kompas.com - 21/12/2013, 14:30 WIB
Jalan rusak akibat banjir, akan diganti dengan lapisan beton. Jalan rusak akibat banjir, akan diganti dengan lapisan beton.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif - Meskipun dibalut ban, pelek juga bisa rusak. Retak, peyang, robek dan pecah, itulah kendala yang biasa dialami. Bila kondisi tersebut terjadi dapat dipastikan pelek tidak berfungsi dengan baik bahkan bisa mengakibatkan kecelakaan. Solusinya adalah mengganti atau mereparasi. Namun tidak semua perbaikan mampu mengembalikan pelek ke kondisi semula dan balance.

Biaya perbaikan atau penggantian juga tergolong mahal. Sebagai langkah pencegahan ada baiknya memperhatikan beberapa hal yang bisa membuat pelek rusak. Berikut penuturan Alfin Mulia Rahman, punggawa Rota Wheels, soal hal yang membuat pelek rusak.

1. Jalan rusak. Kerap melintas di jalan rusak, berlubang dan berbatu merupakan salah satu penyebab rusaknya pelek. Kondisi yang sering timbul adalah peyang di sekitar bibir pelek. Terlebih bila sering melintas di kondisi jalan rusak dengan kecepatan lebih dari 30 kpj. "Tumbukan keras akan terjadi dan dapat dipastikan membuat pelek bengkok atau peyang. Biasanya di bagian bibir, baik sisi luar maupun dalam," terang Alfin. Apalagi profil ban yang dipakai tergolong tipis.

Mengerem (hard braking) saat menghajar lubang karena melaju terlalu cepat, juga sering membuat pelek pecah ataupun bengkok, terutama ban depan. Itu disebabkan titik berat saat mengerem bertumpu di ban depan, lalu menghantam lubang di permukaan yang agak tajam. Kondisi terparah, ban bisa pecah dan benjol di bagian dinding (side wall). Jika jarak pengereman tidak mencukupi ketika hendak menghajar lubang, ada baiknya melepas tekanan pedal rem sesaat sebelum masuk lubang. Langkah tersebut mampu meminimalisasi dampak benturan, karena titik berat sudah bergeser.

2. Ban. Penggunaan karet bundar yang tidak sesuai dengan karakter pelek bisa berpeluang merusak bahkan mengganggu kenyamanan berkendara dan keselamatan. Ketika hendak mengganti ban, lebih baik ikuti spesifikasi bawaan pabrik. Jika pelek tak lagi standar, diskusikan dengan mekanik perihal spek ban yang cocok. Kecenderungan pelek rusak karena penggunaan profil ketebalan ban yang terlalu minim dan tapak yang terlalu lebar atau terlalu "narik" (gaya hella flush). Memasang ban off-road berukuran terlalu besar juga tidak disarankan jika tidak sesuai dengan karakter dan material pelek.

3. Tekanan angin. Selalu periksa tekanan angin ban. Karena jika kurang bisa menyebabkan pelek bengkok di bagian bibir atau pengok. Penyebabnya hampir sama dengan ketika menggunakan ban profil tipis. Sebaiknya pastikan tekanan angin sesuai dengan instruksi pabrikan yang terdapat di dinding bagian dalam pintu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.