Penjualan Mobil Impor di Korsel Tancap Gas!

Kompas.com - 17/06/2013, 07:58 WIB
EditorAris F Harvenda

Seoul, KompasOtomotif - Kesepakatan perdagangan bebas antara Korea Selatan dan Uni Eropa memperbesar gelombang impor mobil CBU. Akibatnya, pertumbuhan penjualan merek asing tancap gas dibanmding dua merek utama Korsel, Hyundai dan Kia.

Sepanjang Januari-April 2013, total penjualan mobil impor (CBU) naik12 persen di Negeri Gingseng tersebut. Padahal tahun lalu, cuma 2 persen.. Penjualan Hyundai dan Kia juga stagnan dalam empat bulan pertama tahun ini.

Saat ini, pemerintah Korsel seolah-olah ingin memperbesar porsi merek asing di negara tersebut. Namun distributor mobil CBU menganggap hal itu semu. Pasalnya, aparat hukum dan lembaga pemerintahan terus menekan mereka dengan berbagai tuduhan negatif.

"Korsel tetap pasar yang sangat dilindungi. Meski sudah ada kesepakatan membuka pasar, peran pemerintah (lokal) tidak banyak membantu. Malah menyiapkan hambatan non-tarif," beber eksekutif senior salah satu merek global yang tidak mau disebutkan namanya dan dilansir Reuters, akhir pekan lalu.

Harga
Maret lalu, parlemen mengusulkan rancangan undang-undang pembebasan pajak untuk mobil dengan banderol di atas 50 juta won (Rp 437,7 juta), khusus untuk konsumen perusahaan. Keputusan ini menguntungkan merek asing dari Jerman, Jepang dan Amerika Serikat karena lebih dari setengah model mereka dijual dengan harga di atas 50 juta won.

Data penjualan juga menunjukkan, 40 persen merek asing dibeli oleh perusahaan. Bahkan untuk merek lebih premium seperti Bentley, Porsche dan Rolls-Royce, 70 persen konsumennya adalah perusahaan, Mobil tersebut untuk direksi mereka.

"Rencana ini akan meningkatkan penjualan mobil-mobil premium impor, sekaligus menurunkan sentimen konsumen umum. Kami masih mendiskusikan ukuran yang dibutuhkan dan ragu dengan solusi yang disodorkan," beber salah seorang eksekutif distributor merek premium asing.

Min Hong-chul, seorang anggota parlemen, oposisi dari Partai Demokratik yang mendukung revisi kebijakkan, mengatakan, "Langkah ini diambil bukan untuk mengatur merek asing kendati hasil yang dicapai seperti itu."

Rintangan Tersembunyi
Hyundai dan Kia masih bisa menikmati lebih dari 70 persen penjualan mobil di Korea. Jumlahnya makin menciut berkat kesepakatan perdagangan bebas Korsel dengan Uni Eropa yang mulai bergulir pertengahan 2011 dan dengan Amerika Serikat delapan bulan berikutnya.

Hendrik von Kuenheim, Direktur Utama BMW divisi Asia, Pasifik dan Afrika Selatan menyambut baik kesepakatan kedua pemerintahan. Pajak mobil impor bermedsin 1.500 cc akan dihapus secara bertahap dari 8 persen tahun. Sebelumnya, semua impor mobil dibebani bea masuk sampai 50 persen.

Kuenheim menyayangkan masih ada rintangan "tersembunyi" untuk merek-merek asing. Pada tahun lalu, penjualan mobil di Korsel mencapai 1,6 juta unit.

"Pemerintah Jerman dan Korea harus bekerja keras untukmengatasi hambatan sampai yang bagian terkeci. Biarkan kesepakatan perdagangan bebas berjalan," imbuih Kuenheim tanpa rincian. 
 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X