Jarum Bensin Sepeda Motor Ngaco? Cek Ini!

Kompas.com - 14/06/2013, 18:55 WIB
Indikator bensin biasanya tak akurat lagi ketika usia sepeda motor sudah lebih dari lima tahun. donny aprilianandaIndikator bensin biasanya tak akurat lagi ketika usia sepeda motor sudah lebih dari lima tahun.
EditorAris F Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Jarum indikator bensin sepeda motor juga ada usianya. Bila usia tunggangan sudah lewat lima tahun, petunjuknya "ngaco". Informasinya penuh, padahal kapasitas di tangki kosong, atau sebaliknya. Banyak bikers tertipu, dan tak jarang harus menuntun kendaraannya ke SPBU.

Kepada KompasOtomotif, Wawan Suherman, mekanik My Motor, di Jl KH Noer Ali-Kalimalang, Jakarta Timur, mengatakan bahwa gejala seperti itu bisa disebabkan karena beberapa hal. Mulai dari aki, pelampung di tangki, kelistrikan, atau bisa juga karena speedometer-nya. "Harus diurut, biar ketahuan. Kita tidak bisa langsung memvonis speedometer yang rusak," urainya.

Berikut langkah pengecekan yang disarankan:
1. Aki. Tidak mungkin bergerak kalau aki sedang soak, atau kendaraan tidak ada aki. Lain soal, arus listrik langsung disambungkan dari spul lampu. Ciri-ciri melihat aki atau baterai sudah lemah sangat mudah, tinggal cek "kesehatan" bunyi klakson atau tekan tombol starter )kalau ada).

2. Pelampung. Setelah dipastikan aki masih sehat, berlaih ke pelampung. Coba cek dengan membuka jok, di sebelah tutup bensin biasanya ada semacam besi dengan kabel yang direkatkan ke bodi dengan baut.

Buka peranti itu, cukup menggunakan obeng plus. Lepas soketnya, dan sambungkan dua kabel yang menganga (bisa pakai jumper atau penghantar listrik lain). Setelah disambungkan, jika jarum di speedometer bergerak, berarti pelampung bermasalah.

"Biasanya switch yang ada di pelampung mulai renggang karena terlalu sering terkena tekanan ketika bensin dikucurkan saat mengisi di SPBU. Banyak yang berusaha mengakalinya dengan mengikat, atau menambahkan cincin. Tapi tidak disarankan, karena cepat rusak lagi. Mending beli baru, harganya nggak lebih dari Rep 150 ribu kok," jelas Wawan.

3. Kelistrikan. Cek jalur kabel yang menggerakkan jarum. Skemanya, dari aki menuju sekering, diurut lagi ke kunci kontak, indikator jarum/ speedometer, dan kembali lagi menuju daerah pelampung. Tes dengan alat pengukur arus, jika ada yang tidak normal, berarti ada masalah pada jalur kabel.

4. Speedometer. Jika semua lolos dan jarum penunjuk masih tak normal. Dipastikan yang rusak bagian speedometer. Ada dua opsi terakhir, memperbaiki atau mengganti dengan baru. Perbaiki jika memungkinkan atau kerusakannya ringan seperti mekanis lengket karena kemasukan air, atau ada kabel yang putus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X