Produsen Mobil Jerman Memilih LCE

Kompas.com - 11/06/2013, 08:04 WIB
Mercedes-benz ML 250 CDI Zulkifli BJMercedes-benz ML 250 CDI
EditorAris F Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif - Lima produsen Jepang sudah berkomitmen ikut dalam program mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC). Sedangkan produsen asal Jerman - merek-merek premium - membidik program mobil emisi karbon rendah (LCE). Pada peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor, LCE bisa menikmati diskon Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) sampai 25 persen dan 50 persen.

"Merek premium yang menyatakan tertarik ikut LCE adalah BMW dan Mercedes-Benz," jelas Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian di Jakarta Selatan, kemarin (10/6/2013).

Menurut regulasi yang berlaku (PP No 41 Tahun 2013), semua merek bisa mengikuti program LCE dan menikmati diskon PPnBM 25 persen bagi kendaraan bermotor yang menggunakan teknologi terkini, baik mesin bensin atau diesel, mesin berbahanbakar gas dan bensin, gas yang telah dilengkapi konverter kit, mesin dengan bahan bakar nabati (biofue), teknologi hibrida, mesin khusus dengan  bahan bakar gas dengan konsumsi bahan bakar rata-rata minimum 20 sampai 28 kpl.

Diskon PPnBM yang bisa dinikmati setiap merek juga bisa lebih besar - sampai 50 persen - jika menggunakan mesin yang sama seperti ketentuan sebelumnya, namun konsumsi BBM rata-rata di atas 28 kpl.

Produsen Eropa lain, seperti Volkswagen yang bersiap membangun pabrik di Indonesia, dikabarkan siap ikut program LCE. "Nah, mereka (VW) punya tuh teknologi untuk ikut LCE," beber Budi.

Wajib CKD
Bagi merek yang ingin menikmati insentif pajak LCE, persyaratannya jauh lebih ringan daripada LCGC. Mereka cukup menyiapkan fasilitas perakitan lokal (CKD) tanpa ada batas minimum kandungan lokal. "Tapi, setiap merek yang ingin menikmati pasar ASEAN, kandungan lokalnya harus 40 persen.Sayang melewatkan potensi pasar egional ini begitu saja," lanjut Budi.

Sampai saat ini, baru Mercedes-Benz  yang punya pabrik perakitan di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor. Sementara BMW menumpang di PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara.

Menurut Constatinus Herlijoso, CEO Peugeot Sales Indonesia pernah mengatakan, Peugeot menyiapkan 3008 untuk ikut dalam program LCE. MPV premium asal Perancis ini berencana merakitnya  di PT Gaya Motor.

Selain Jerman, produsen Jepang juga berpeluang besar ikut dalam program LCE. Beberapa produsen sudah punya basis produksi di sini. Tinggal me menunggu keputusan mereka merakit mobil ramah lingkungan di Indonesia.

"Untuk mobil listrik, pemerintah tidak akan membebani pajak PPnBM atau membacanya bebas. Karena itu tidak diatur," tutup Budi.

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X