Kompas.com - 29/05/2013, 20:03 WIB
EditorAris F Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – All-New Kia Carens datang ke Indonesia dengan percaya diri. Setelah tak lagi nongol sejak generasi kedua tutup usia dan generasi ketiga tak didatangkan, kini generasi keempat hadir membawa optimistis karena membawa sejumlah kelebihan dengan desain global. 

Inilah salah satu karya Peter Schreyer, mantan desainer Audi yang kini menjabat sebagai President of Design Kia, dengan benang merah hampir sama diterapkan pada model lain. Paling mencolok tiger nose-nya, desain gril yang kini memberi ciri khas semua mobil Kia.

”Saya ingin memberikan All-New Carens desain yang tampak mulus dan ramping, tapi tidak mengesampingkan fungsi sebagai kendaraan penumpang yang atletis dan dinamis,” ujar Peter Schreyer saat merilis All-New Carens di Paris Motor Show, akhir tahun lalu.

Gaya lampu utama menajam dan penempatan lampu kabut yang pas, membuat penampilannya lebih sporty dan futuristik. Desain belakang juga tidak ”fals”, mengedepankan lampu memanjang khas Kia masa kini. Semua dipadu pelek 16 inci yang stylish. Sentuhan kecil tapi fungsional, gerak pembersih kaca dibuat berlawanan, untuk memberikan efek bersih lebih luas.

Teknologi
Mesin 2.000cc DOHC Dual CVVT adalah jantung pacu generasi paling baru yang diklaim efisien dan bertenaga. Mampu menghasilkan tenaga 152 PS pada 6.500 rpm dengan torsi maksimum 194 Nm pada 4.800 rpm. Dipadukan dengan transmisi manual enam percepatan dan otomatik enam percepatan, menjanjikan konsumsi bahan bakar lebih irit.

Selain mesin, sistem kemudi juga diperbarui dengan Motor Driven Power Steering (MDPS) yang lebih ringan dan bisa ditarik atau dinaik-turunkan (tilt-telescopic). Fasilitas Flex Steer memberikan pilihan pengemudi merasakan sensasi berkendara beda-beda. Bisa disetel comfort, normal, sporty.

Menurut Arifani Perbowo, General Manager Product Development PT Kia Mobil Indonesia, tiga mode itu berguna sebagai stabilisasi setir. ”Comfort untuk gerakan setir ringan dalam perkotaan, normal untuk gerakan tak terlalu ringan, dan sporty untuk gerakan setir berat, berguna ketika berada di kecepatan tinggi,” jelasnya.

Fitur Keselamatan
Sayang, untuk yang dijual di Indonesia, KMI memangkas banyak kelengkapan keselamatan. Tidak ada ABS dan EBD, kantung udara hanya ada satu untuk pengemudi. Namun pengereman, yang belakang  sudah cakram. ”Spesifikasi bisa berubah suatu saat, kita ikuti saja dulu perkembangan pasarnya,” kilah Hartanto Sukmono, Direktur Pemasaran KMI.

Tapi nilai tambah bisa diberikan untuk pencahayaan canggih berupa cornering lamp. Saat berkendara dan berbelok dalam keadaan gelap, lampu kecil di sebelah lampu utama akan menyorot ke arah belokan. Kecepatan di bawah 30 kpj dan setir bergerak 100 derajat kanan/ kiri, sensor akan menyalakan lampu belok. Saat kecepatan tinggi, berbelok 20-30 derajat saja, sensor sudah menyalakan lampu belok.

Asyiknya lagi, pengemudi diingatkan soal servis berkala yang tampil melalui  Multi Information Display (MID) pada meter cluster, juga pintu yang belum terkunci. Tidak ada blower ganda, tapi KMI menjamin suhu ruang belakang yang cepat dingin dengan konfigurasi lubang AC depan yang mampu menjangkau sampai penumpang baris ketiga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.