VX-1, Langkah Awal CKD Mazda Indonesia

Kompas.com - 11/05/2013, 13:07 WIB
Keizo Okue (kedua dari kiri) dan para direksi MMI usai peluncuran VX-1 Agung KurniawanKeizo Okue (kedua dari kiri) dan para direksi MMI usai peluncuran VX-1
EditorAris F Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif - Kehadiran VX-1 merupakan langkah baru bagi Mazda Indonesia kembali masuk jalur rakitan lokal (CKD). Tapi, untuk bisa mencapai ke arah itu, menurut Keizo Okue, Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia (MMI) masih perlu perjuangan.

"Tentu saja kami berharap bisa segera merakit lokal (CKD) model-model kami di Indonesia, tetapi bertahap dulu. Skala penjualan Mazda di Indonesia masih sangat kecil, baru 12.000 unit per tahun," komentar Okue di Otobursa, Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, hari ini (11/5/2013).

Untuk membangun pabrik perakitan baru, kata Okue, Mazda perlu mencapai jumlah tertentu agar masuk skala ekonomi. "Kalau melihat merek lain seperti Honda dan Chervrolet harus menjual sekitar 40.000 unit. Kami harus mencapai segitu baru bisa CKD di sini," beber Keizo.

Kerjasama

Menyangkut kerja sama Mazda dan Suzuki di Indonesia, Okue menjelaskan, merupakan bentuk hubungan baik yang sudah terjalin di Jepang. Kedua prinsipal, kerap memesan model secara OEM untuk dijual kembali dengan merek berbeda.

"Meski kami memasarkan VX-1 melalui Suzuki, tetapi segmen dan strategi yang dilakukan Mazda sepenuhnya berbeda. Sesuai dengan target segmen masing-masing," beber Okue. Sampai akhir tahun ini, Mazda menargetkan penjualan bisa mencapai 16.000 unit, naik dari tahun lalu cuma 12.000 unit.
 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X