Korea dan China Ikut Ramaikan Program LCGC

Kompas.com - 10/05/2013, 07:25 WIB
Toyota Agya dan Daihatsu Ayla diperkenalkan pada19 September tahun lalu oleh Menteri Perindustrian, Perdagangan, perwakilan Toyota dan Daihatsu Jepang, Presdir Astra Int'l, Daihatsu dan Toyota Indonesia Zulkifli BJToyota Agya dan Daihatsu Ayla diperkenalkan pada19 September tahun lalu oleh Menteri Perindustrian, Perdagangan, perwakilan Toyota dan Daihatsu Jepang, Presdir Astra Int'l, Daihatsu dan Toyota Indonesia
EditorAris F Harvenda

Bekasi, KompasOtomotif - Program Pemerintah (PP) mengenai mobil murah ramah lingkungan (LCGC) statusnya masih menggantung. Hingga hari ini,  belum ada kepastian diterbitkan. Banyak mengeluh, bahkan ada yang membatalkan "booking", khususnya Agya dan Ayla. Informasi yang dberikan, selalu menyebutkan masih dalam proses atau 2 minggu lagi. Keseriusan pemerintah diuji segera memastikan PP tersebut.

"Ppemerintah serius 100 persen. Bahkan 110 persen untukprogram ini. Namun harus dipertimbangkan dengan matang. Beberapa faktor masih dalam proses penggodokan. Anda kan tau, membuat peraturan itu tidak mudah. Banyak penyesuaian yang melibatkan banyak pihak seperti DPR dan para menteri sebelum diputuskan. Jangan khawatir, PP itu pasti bergulir tak lama lagi!" tegas Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, di sela-sela peresmian pabrik General Motors Indonesia, di Pondok Ungu, Bekasi, Rabu kemarin (8/5).

Pada kesempatan sebelumnya KompasOtomotif telah mengabarkan, Menteri Perindustrian, Riset dan Teknologi, ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Keuangan, dan Perekonomian sudah menandatangani. Dengan persetujuan lima menteri terkait yang ikut menyusun regulasi LCGC, saat ini draf sudah berada di Sekretariat Negara untuk ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Selain Toyota dan Daihatsu yang terlebih dulu memproklamirkan model mobil murah, lanjut Budi Darmadi, beberapa produsen merek Jepang lainnya sudah memastikan meramaikan program tersebut. Bahkan juga sudah ada produsen dari Korea dan China.

Program tersebut diperkirakan bakal menjadi penyumbang terbesar penjualan mobil di Tanah Air. "Diperkirakan tahun ini penjualan akan mencapai 1,2 juta unit dan paa 2018 akan tembus 2 juta," tutup Budi Darmadi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X