Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/03/2013, 18:08 WIB
EditorAris F Harvenda

Yogyakarta, KompasOtomotif — MPV harga terjangkau dengan mesin diesel... ya baru Chevrolet Spin. Hebatnya lagi, General Motors Indonesia langsung memberi kesempatan kepada wartawan mencoba peforma mesin diesel turbo 1,3 liter  yang digunakan Spin tersebut.

Untuk mengujinya, pada acara bertajuk "Spirit of Indonesia" pada Senin dan Selasa (19/3) lalu, wartawan diberi kesempatan mengemudikan dan menumpang langsung—termasuk KompasOtomotif—mencapai Puncak Ketep, Magelang, Jawa Tengah.

KompasOtomotif mendapat jatah Spin LTZ transmisi manual yang diisi 4 orang, termasuk pengemudi. Posisi mengemudi sama seperti yang pernah diulas sebelumnya. Kesempatan mengeksploitasi performa mesin bertenaga 75 PS dan torsi 190 Nm lebih besar!

Suara mesin
Perjalanan dari Yogyakarta menuju Magelang cukup menyenangkan. Tenaga untuk menekan kopling tidak terlalu berat. Akselerasi terasa mantap! Suara mesin tidak terlalu terdengar di kabin, hampir tidak berbeda dengan suara mesin bensin. Tepatnya, sama dengan mesin diesel yang digunakan pada Captiva.

Alhasil, menyusul kendaraan lain tidak terlalu susah (asalkan bisa memosisikan gigi dengan tepat pada torsi maksimal 1.750- 2.500 rpm). Pada kondisi jalan kosong, MPV ini bisa dikebut hingga 150 kpj dengan waktu relatif cepat. Sebenarnya Spin bisa digenjot lebih cepat lagi, tetapi tidak dilakukan demi keselamatan dan keamanan pengguna jalan lain.

Soal stabilitas, ban terasa menjejak aspal dengan baik!

Menanjak
Dari Magelang menuju Ketep, kondisi jalan sempit, rusak, dan hanya bisa dilewati oleh 2 mobil. Untung, suspensi tidak terlalu empuk sehingga memberikan kenyamanan yang cukup bagi pengemudi dan penumpangnya. 

Setelah menempuh 3 km, jalan mulai menanjak. Kendati tidak terlalu curam, jalur itu cukup panjang, 200-300 meter.  Saat itu, transmisi lebih sering dioperasikan pada gigi 2, dan sesekali gigi 3.

Selesai mendaki Puncak Ketep di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, perjalanan dilanjutkan ke Pasar Selo dengan tanjakan dan turunan disertai tikungan tajam. Bahkan terkadang, jalan rusak membuat pengemudi harus bermanuver untuk tidak kehilangan momen torsi saat menanjak. Untungnya, gerakan suspensi tidak menyebabkan mobil limbung.

Dari Pasar Selo menuju Boyolali, jalan umumnya berupa turunan. Performa rem pun diuji. ABS terasa sangat membantu menghindari lubang saat rem dioperasikan secara mendadak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.