DPR Ragukan Keseriusan Mobil Nasional

Kompas.com - 20/09/2012, 07:22 WIB
agung kurniawan Mobil listrik Ahmadi disiapkan jadi salah satu mobil nasional, belum terdengar lagi perkembangannya.

Jakarta, KompasOtomotif - DPR meragukan keseriusan pemerintah mengembangkan mobil nasional (mobnas) karena proyek tersebut tidak tertuang dalam rencana kerja dan anggaran Kementerian Perindustrian periode 2013.

"Semangat untuk mengembangkan mobnas tiba-tiba meredup dan tidak masuk dalam rencana kerja dan anggaran 2013," komentar Anggota Komisi VI DPR RI Mardani di Jakarta, Selasa (19/9/2012). Menurut, ia ketika berita mobil nasional terangkat menjadi isu nasional, hampir semua pihak termasuk menteri-menteri bersemangat perlunya mengembangkan mobil nasional. "Bahkan tak kurang Presiden SBY mengharapkan munculnya mobil listrik dan hibrida dalam salah satu kegiatannya di Yogyakarta Juni lalu," tegasnya.

Tidak ada perhatian
Dalam rencana kerja dan anggaran (RKA), Kementerian Perindustrian Tahun 2013, tercatat pagu anggaran Rp3 triliun, alokasi untuk belanja prioritas hanya Rp2,5 triliun. Jumlah tersebut, cukup besar namun dari paparan yang disampaikan Kementerian Perindustrian kepada Komisi VI DPR RI pada raker 12 September 2012, tidak terdapat penjelasan yang menunjukkan perhatian pemerintah kepada pengembangan mobil nasional.

"Dalam RKA 2013 yang disampaikan Kementerian Perindustrian tersebut tidak terdapat alokasi khusus untuk mendorong pengembangan mobil nasional. Baik dalam bentuk kajian, studi kelayakan, apalagi lebih jauh mengenai insentif bagi swasta maupun BUMN yang berminat mengembangkan mobil nasional," papar Mardani.

Padahal, peluang untuk mengembangkan mobil nasional sangat besar mengingat pasar domestik kendaraan bermotor sangat potensial di Indonesia. Menurut Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan mobil tahun 2012 hingga Agustus sudah mencapai lebih dari 700.000 unit dan diperkirakan mencapai 1 juta unit mobil pada akhir tahun.

"Permintaaan masyarakat akan kendaraan bermotor khususnya roda empat terus meningkat dari tahun ke tahun. Sudah saatnya masyarakat membeli produk bermerek Indonesia dan pemerintah jangan gentar dengan prinsipal asing yang telah lama bercokol di Indonesia," cetus Mardani.

Dikemukakannya bahwa pengembangan mobnas membutuhkan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk BUMN dan asosiasi industri kendaraan bermotor dan DPR berharap Kementerian Perindustrian bisa menjadi pemimpin pengembangan mobil nasional ini.
 


EditorAris F Harvenda

Close Ads X