Nilai Mobil Honda yang Dihancurkan Rp 215 miliar

Kompas.com - 28/12/2011, 21:12 WIB
Mobil baru yang ditelan banjir diremas dengan mesin Pornchai Kittiwongsakul / AFP - Getty ImagesMobil baru yang ditelan banjir diremas dengan mesin
EditorAris F Harvenda

BANGKOK, KOMPAS.com – Berita Honda menghancurkan mobil baru - siap kirim – namun kemudian ditelan banjir, membuat sebagian orang di Indonesia terperangah. Pasalnya, jumlah mobil yang dihancurkan mencapai 1.055 unit dan semuanya masih baru. Bahkan juga model terbaru, seperti Brio yang ditunggu-tunggu konsumen Honda di Indonesia.

Bagi Honda Motor Corporation, keputusan menghancurkan mobil yang rusak ditelan banjir tersebut adalah komitmen untuk menjaga mutu. Kendati untuk itu, harus menderita kerugian 740 juta bath atau setara Rp 215 miliar. Cara menghitungnya, mobil yang dihancurkan tersebut rata-rata dibandrol 701.000 bath atau  Rp 205 juta per unit.

Model-model  
Menurut Bangkok Post yang mengutip pernyataan Honda Thailand, kerugian tersebut belum termasuk kerusakan seperti parts dan komponen yang disimpan untuk merakit mobil baru dan dua pabrik terendam.  

Hanya diijelaskan, untuk menghancurkan seluruh mobil yang terkena banjir tersebut dibutuhkan waktu sebulan. Penghancurkan dilakukan pada pabrik Honda, di Provinsi Ayutthaya. Selain mobil utuh, komponen baru siap kirim, juga ikut dihancurkan.  

Model-model yang dihancurkan terdiri dari 353 unit City, 217 Brio, 213 Jazz, 150 Civic, 91 Accord, 30 CR-V dan sisanya Freed yang diimpor dari Indonesia.

“Selain menghancurkan 1.055 unit mobil rusak, kami masih harus mengurus relokasi mobil baru ke tempat yang aman,” kata Pitak Pruittisarikorn, Executive Vice President of Honda Automobile Thailand. Negera tersebut merupakan basis produksi dan ekspor kedua  terbesar di dunia.

Cara Penghancuran
Untuk menghancurkan mobil  tersebut - dengan metode ramah lingkungan - seluruh parts dan kompone dilepas dari kendaraan. Sedangkan komponen bersifat cairan, seperti oli, pendingin, minyak rem dan sebagainya, dikuras dan ditampung secara sistematik. Sedangkan bodi akan diremas oleh mesin penghancur untuk dipadatkan.  

Beberapa material seperti baja, aluminium, tembar, gabus, plastik dan karet akan digunakan lagi atau didaur ulang. Material yang berbahaya seperti baterai dan cairan akan dikirimkan ke pengolah resmi atau ke pusat daur ulang.

Untuk mencegah mobil tersebut dijual, nomor sasis dan mesin kendaraan yang dihancurkan  dimuat pada situs Honda Thailand, yaitu www.honda.co.th.

Pitak mengatakan, Honda berusaha sekuat tenaga dan secepat untuk kembali ke produksi normal. Dua pabrik Honda di kompleks Industri Rojana Industrial ditelah banjir sejak  8 Oktober dan berlangsung hampir  dua bulan.

April 2012
Sebelum digenangi banjir, pabrik Honda di Thailand tersebut sudah berhenti berproduk karena ketiadaan suku cadang untuk merakit mobil.  Pitak menambahkan, mesin, perlengkapan dan perkakas pabrik semuanya ditelan banjir.

Saat ini, perlengkapan dan perkakas pabrik masih dalam perbaikan dan ada yang harus diganti. “Kami masih menghitung nilai kerusakan kedua pabrik dan ini membutuhkan waktu,” jelasnya.  

Dijelaskan pula, belum ada pengumuman lebih lanjut dari Honda Thailand kaopan mulai beroperasi lagi. Prinsipalnya di Jepang, Honda Motor Company, memperkirakan April tahun depan.  

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X