Honda Siap Rebut Pasar Sport dari Yamaha

Kompas.com - 15/11/2011, 09:05 WIB
EditorBastian

JAKARTA, KOMPAS.com - Sukses sebagai penguasa pasar skutik di Indonesia, Honda motor masih punya ambisi lain. Mereka ingin menggeser pesaing utama Yamaha yang bertengger di peringkat teratas segmen sport.

"Kami sudah dijuluki raja bebek dan tahun ini sudah menjadi raja skutik. Tahun depan kami mau memperkuat sport," tegas Johannes Loman, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Ucapan Loman ini seolah-olah membenarkan rencana Honda meluncurkan sejumlah amunisi baru, khususnya di segmen sport tahun depan. Salah satu yang dinanti, model baru bermesin 150cc, injeksi dengan sasis model teralis. Waktu ditanya soal isyu ini, Loman hanya tersenyum. Tak mengelak, namun juga tak mengiyakan. "Tunggu saja tahun depan. Pasti ada kejutan lagi," ujarnya singkat.

Produk baru ini diposisikan Honda menantang kemapanan Yamaha V-Ixion sebagai pemimpin pasar sekaligus melengkapi portofolio yang sudah ada yakni, CBR 250R, CBR 150R, New Mega Pro dan Tiger.

Dominasi

Sepanjang Januari-Oktober 2011, total pasar sepeda motor domestik Indonesia sudah menyentuh 6,9 juta unit. Honda mempimpin dengan pangsa 52,2 persen, Yamaha (40,1 persen), Suzuki (6,3 persen), Kawasaki (1,2 persen) dan TVS (0,2 persen). Menariknya, tahun ini segmen skutik makin mendominasi pasar sepeda motor nasional dengan komposisi 53,7 persen atau 3,48 juta unit.

Karena skutik makin seksi, Honda kemudian melancarkan strategi bombardir pasar sejak 2010 dengan berbagai model motor dengan transmisi otomatis ini. Sebut saja BeAT, Vario, Scoopy, PCX dan Spacy. Hasilnya tak sia-sia, Honda mulai tahun ini memimpin segmen skutik dengan perolehan 55,6 persen pasar menggeser Yamaha (41,3 persen).

"Sampai akhir tahun ini, Honda berharap bisa mencapai produksi 4,3 juta unit, meraih pangsa pasar lebih besar," tutup Loman



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X