KTM Duke 125 Sudah Masuk ASEAN

Kompas.com - 23/08/2011, 12:35 WIB
EditorBastian

SINGAPURA, KOMPAS.com - Produsen sepeda motor asal Austria, KTM resmi meluncurkan Duke 125 ke ASEAN. Singapura dipilih sebagai negara pertama yang dilakukan di Restoran Rochester, akhir pekan lalu.

Di luar dugaan,  20 unit Duke 125 yang dilego per unit  9.500 dollar Singapura atau setara Rp67,1 juta per unit ludes. Lumayan mahal! Tapi, jangan ciut dulu, pasalnya beban pajak yang harus dibayar konsumen untuk memiliki kendaraan di Singapura lebih besar dari Indonesia. Salah satunya yang terkenal Pajak Kepemilikan Kendaraan dan belum lagi pajak jalan dan usia kendaraan (usia di atas 10 tahun).

Duke dipasarkan ke Singapura melalui dealernya DirtWheel dan sudah memasarkan model lain seperti Duke 690, Duke 990, tak ketinggalan beberapa model Superbike lain. Selvaraj Narayana, Direktur Penjualan dan Logistik KTM wilayah Asia Tenggara mengatakan, produk ini merupakan hasil produksi dari pabrik Chakan di Pune, India lokasi produksi Bajaj.

"Tapi, karena ini model perdana, jadi ke-20 unit dikirim dulu dari India ke Austria, baru dikirim ke Singapura," jelas Narayana, seperti dilansir BikesAdvice, (22/8).

Setelah Singapura, lanjut Narayana, KTM membidik  Malaysia yang peluncurannya dalam waktu dekat. "Kami berencana memperkenalkan sepeda motor ini di Malaysia dalam beberapa hari ke depan dan Perdana Menteri Malaysia (Najib Razak) menjadi tamu istimewa, karena beliau yang membuka selubungnya nanti ke masyarakat," beber Narayana.

Indonesia

Kenapa KTM  tidak memilih Indonesia untuk peluncuran Duke 125? Dari isyu yang beredar, Indonesia kebagian Duke 200 yang juga bakal dipasarkan di India. Sampai kini, kabarnya unit masih dalam pengembangan dari kolaborasi teknologi KTM dan Bajaj.

Direksi PT Bajaj Auto Indonesia, Tomotaka Ishikawa juga menganjurkan KTM jika ingin memasarkan produk di Indonesia harus lebih tinggi kapasitas mesinnya dari 125cc. Ia menilai, konsumen di Indonesia masih gemar akan kapasitas mesin yang besar sehingga berharap mendapat tenaga lebih besar. "Image sepeda motor 125cc itu tak terlalu bagus di Indonesia, apalagi kalau harga jualnya tinggi. Mereka mau yang lebih, ini yang kami anjurkan ke KTM saat mau memasarkan unitnya di sini (Indonesia)," jelas Tomotaka.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X