Foke Hadiri Peresmian Piaggio Indonesia

Kompas.com - 09/06/2011, 18:50 WIB
EditorBastian

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Piaggio Indonesia  resmi mengumumkan kehadirannya sebagai agen tunggal pemegang merek atau ATPM  di Indonesia yang seremoninya dilakukan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, hari ini (9/6/2011). Hadir dalam acara tersebut selain jajaran direksi PI,Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Palmieri.

Roberto Colaninno, President Piaggio Group, mengatakan, fokus tahun pertamanya di Indonesia menciptakan jaringan penjualan dengan cepat. "Tahun depan kami analisa pencapaian yang berhasil diraih, baru mengumumkan apakah akan membangun pabrik atau tidak," ujar Colaninno di sela-sela acara.

Keputusan membangun pabrik di suatu negara, menurut dia, bukan cuma bergantung pada jumlah penjualan yang dicapai dalam waktu satu tahun. Ada beberapa faktor lain, termasuk kebijakan pemerintah, kestabilan politik, dan pertumbuhan ekonomi negara itu.

"Kalau penjualan mencapai 80.000-100.000 unit, keputusan membangun pabrik bisa dilakukan. Jika penjualan cuma 40.000-50.000 masih belum bisa," ujar Colaninno. Namun, di kawasan Asia Tenggara punya potensi besar khususnya perkembangan pasar sepeda motor. Indonesia sudah menjadi pertimbangan kami untuk keberlanjutan ekspansi usaha.

Constantino Sambuy, Piaggio Vietnam President and General Director & Asia 2 Wheel Executive Vice President, menambahkan, pada tahun ini Piaggio Indonesia (PI) menargetkan buka jaringan penjualan sebanyak 45 lokasi di Jawa, Bali, dan Sumatera. Pada tahun selanjutnya (2012) jumlah outlet bertambah jadi 100 lokasi, menyentuh Kalimantan dan Sulawesi. "Adapun 2013, total outlet kami akan menjadi 170 tempat dengan tambahan wilayah Papua," tutur Sambuy.

Sergio Mosca, Managing Director PT PI, mengatakan, untuk masuk ke bisnis sepeda motor Indonsia, perusahaan akan menerapkan strategi menyasar ke segmen premium lewat dua merek Piaggio dan Vespa. Hal ini dilakukan karena sulit jika harus bersaing langsung (head to head) dengan merek Jepang yang mendominasi pasar.

12 juta

Sementara itu, potensi skutik yang besar di Indonesia mendorong prinsipal untuk segera masuk ke pasar. Piaggio memprediksi, dalam kurun waktu empat tahun ke depan pasar sepeda motor nasional bisa menembus 12 juta unit dengan kontribusi skutik mencapai 7,2 juta unit.

"Pangsa pasar skutik begitu besar di Indonesia, tahun ini saja sudah 50 persen. Piaggio mencoba meberikan jawaban bagi mereka yang menginginkan produk legendaris sekaligus masuk segmen premium," ucap Constantino Sambuy.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X