Gawat, Toyota Ancam Tinggalkan Jepang

Kompas.com - 09/11/2010, 09:11 WIB
EditorBastian

TOKYO, KOMPAS.com - Toyota lagi pusing tujuh keliling. Penguatan mata uang Yen terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat penghasilan perusahaan terus menurun. Sementara, raksasa produsen mobil di dunia itu masih mengandalkan AS sebagai pasar mobil terbesar.

Toyota mendesak pemerintah Jepang agar segera turun tangan menyeimbangkan penguatan Yen yang makin tak terkontrol. Kalau tak dilakukan, mereka mengancam akan mengambil langkah berani dengan meninggalkan Jepang sebagai negara asalnya. Seluruh kegiatan produksi akan dipindahkan dari Jepang sehingga negara tersebut berpotensi kehilangan devisa.

Satoshi Ozawa, Chief Financial Officer Toyota Motor Company, seperti dikutip Nikkei, mengatakan, jika kondisi ini masih berlangsung sampai Maret 2011 (akhir tahun fiskal) total kerugian Toyota bakal melebihi batas yang mampu ditopang perusahaan. Kalau ini terjadi, satu-satunya cara menyematkan perusahaan adalah memindahkan basis produksi.

Saat ini, penguatan nilai Yen merupakan yang tertinggi sepanjang 15 tahun. Pemerintah Jepang mengaku terus memperhatikan permasalahan ini dan mengakui perlu melakukan langkah untuk menetapkan batas kenaikan tertinggi.

Tapi, sampai aksi ini diakukan, Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda mengatakan, negerinya juga perlu melihat situasi ini sebagai kesempatan bagi aset perusahaan di luar Jepang untuk melakukan aksi kerjasama mulai dari merger sampai akuisisi.

Pekan lalu, Toyota melaporkan kinerja perusahaannya masih mencatatkan keuntungan 8,7 miliar yen untuk periode kuartal kedua tahun fiskal 2010. Meski positif, jumlah ini seharusnya bisa lebih besar lagi, kondisi sesungguhnya justru menurun.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X