ABS Sepeda Motor Makin Canggih

Kompas.com - 20/10/2010, 11:26 WIB
EditorZulkifli BJ

KOMPAS.com – Sekarang produsen sepeda motor makin gencar menggunakan anti-lock brake system (ABS) pada produknya. Tidak hanya pada motor gede (moge), juga ukuran menengah atau di atas 250cc. 

Bisa jadi, salah satu faktor yang mendorong adalah data yang dipublikasikan  Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), Amerika Serikat.  Dinyatakan, pengendara sepeda motor bermesin di atas 250 cc dan dilengkapi dengan ABS, tingkat kecelakaan fatalnya lebih rendah 28 persen dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya.  

Studi lain yang diterbitkan oleh Swedish Road Administration pada 2009, menyimpulkan 40 persen kecelakaan serius atau fatal terjadi karena pengendara tidak mau menggunakan sepeda motor tanpa ABS.

Lebih Rumit Sistem rem pada sepeda motor berbeda dengan mobil. Malah cara mengoperasikan dinilai lebih rumit. Pasalnya, kalau pada mobil cukup menggunakan satu pedal untuk mengoperasikan keempat rem (malah truk dan bus lebih banyak lagi), untuk sepeda motor - mayoritas - roda depan dan belakang, dioperasikan secara terpisah.

Untuk depan, umumnya menggunakan tuas yang berada di setang. Sedangkan di belakang, dioperasikan melalui pedal oleh kaki pengendara (kecuali skutik).  Akibatnya, saat mengerem tenaga yang sampai ke rem depan dan belakang tidak bersamaan. Di lain hal, rem depan membutuhkan tenaga lebih kuat karena harus menanggung  beban besar.

Dengan kondisi seperti itu pula, sistem ABS pada motor tidak sama dengan mobil. Harus mempertimbangkan berbagai aspek. Misalnya kenyamanan bagi pengendara. Bahkan, problem yang cukup memusingkan para insinyur   adalah memasang ABS pada sepeda motor supersport. Pasalnya, sepeda motor jenis ini, lebih pendek, titik gravitasi tinggi. Semua itu akan mempengaruhi pemasangan, kehandalan, stabilitas dan kenyamanan pengendara

ABS Kombinasi Sebelum menerapkan teknologi ABS terbaru pada sepeda motor, para insinyur mempelajari karakteristik pengendara. Ternyata, berdasarkan survei, banyak pengendara tidak bisa melakukan pengereman secara bersamaan. Padahal untuk memperoleh pengereman lebih aman dan jarak yang pendek, diperlukan keseimbangan dan  bekerja pada waktu bersamaan.

Jika pengendara melakukan  pengereman mendadak di depan – rem mengunci pula – dipastikan sepeda motor dan pengendaranya jatuh. Maklum, roda belakang masih terus berputar karena ditarik oleh mesin. Hanya pengendara yang berpengalaman atau piawai memacu sepeda motor yang bisa melakukan pengereman secara seimbang, sehingga mereka tetap lebih aman. Atau pun ketika mereka melakukan atraksi.  

Nah, faktor tersebutlah yang menyebabkan produsen melengkapi sepedamotornya dengan ABS model terbaru. Dasarnya sama saja dengan ABS konvensional, tetap menggunakan sirkuit rem yang diatur oleh komputer. Namun pengoperasian rem, selain digabungkan antara depan belakang, juga seakan-akan sirkuitnya juga bisa bekerja secara terpisah. Semua berkat sistem ABS kombinasi yang makin canggih.

ABS adalah pengoperasian rem dilakukan dengan mengonocoknya. Namun pengocokkan dilakukan secara otomatis  oleh komputer. Terutama ketika motor melaju kencang dan rem ditekan mendadak (panic stop).

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X