Skutik Honda Siap Mengalahkan Yamaha Tahun Depan

Kompas.com - 18/10/2010, 06:29 WIB
EditorZulkifli BJ

JAKARTA, KOMPAS.com - Nada optimisme dihembuskan PT Astra Honda Motor (AHM) pemimpin sementara pasar sepeda motor nasional. Meski sampai kini masih terus dibayang-bayangi Yamaha - unggul di  segmen skuter otomatik (skutik) -  Honda menyatakan siap membalikkan situasi.

Saat ini, jenis sepeda motor skutik makin digemari konsumen di Indonesia. Dari Januari-September 2010, penjualan skutik melonjak 57 persen, menjadi 2.429.445 unit. Pada periode sama tahun lalu, sepeda motor model ini penjualan baru mencapai 1.543.905 unit.

Johannes Loman, Executive Vice President Director AHM mengatakan, tren pasar menunjukkan konsumen makin menyukai sepeda motor yang praktis. Pelan tapi pasti, penjualannya terus menggerus bebek yang menjadi primadona selama beberapa dekade terakhir di Indonesia.

Mengantisipasi hal tersebut, AHM akan melakukan perluasan pabrik baru dengan investasi 80 juta dolar AS (Rp760 miliar) untuk memperkuat produksi skutik di pabrik II yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat dari 500.000 ke 1 juta unit. Pabrik ini akan mulai beroperasi tahun depan sehingga, total kapasitas Honda mencapai 4 juta unit.

Dari total pasar skutik 2,42 juta unit, Honda memperoleh i 44,8 persen, masih dibawah Yamaha 49,9 persen dengan produk andalan Mio. Pertumbuhan penjualan Honda di segmen ini cukup tinggi, mencapai 89 persen. Sedangkan Yamaha hanya tumbuh 44,5 persen dan Suzuki turun (-2,3 persen).

"Sebenarnya tahun ini cuma terkendala kapasitas produksi. Kalau tahun depan pabrik sudah beroperasi, akan lain ceritanya, ujar Loman, optimis.

Produk Baru Terus membesarnya pangsa Honda di segmen skutik karena AHM gencar meluncurkan beberapa model baru seperti, Scoopy, Vario Techno non-CBS dan skutik premium PCX. Langkah tersebut ternyata mampu mendongkrak penjualan skutik Honda hingga 90 persen menjadi sekitar 1,08 juta unit.

"Pertumbuhan penjualan skutik Honda lebih tinggi total penjualan sepeda motor jenis ini di Indonesia,” lanjut Loman. Di lain hal, bebek terus tergerus, kini tinggal 49 persen dari sebelumnya 54 persen. Total pasar sepeda motor hingga September 2010 meningkat 33 persen, telah mencapai 5.510.105 unit.

"Sampai akhir tahun penjualan sepeda motor ditaksir mencapai 7,2 juta unit. Suku bunga sedang bagus, perusahaan pembiayaan sangat agresif menawarkan kredit pembelian," kata Loman yang juga wakil ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X