Pasar Motor 2010 Terganggu Kenaikan Pajak BBN

Kompas.com - 28/10/2009, 09:06 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Semula para pabrikan motor Indonesia optimis menghadapi pasar tahun depan, kini berbalik menjadi sedikit ragu. Pasalnya, pemerintah berencana akan menaikkan pajak bea balik nama (BBN) tahun depan dari 10 persen menjadi 20 persen.

Vice President Director PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Dyonisius Beti menjelaskan, jika semua pemerintah daerah sepakat menaikkan BBN menjadi titik maskimal hingga 20 persen maka akan berpengaruh negatif terhadap pasar motor. "Bisa-bisa pasar motor 2010 menjadi stagnan, atau kalaupun menguat akan sangat tipis. Paling maksimal 10 persen dari tahun ini," ujar Dyon saat menghubungi KOMPAS.com, Selasa (27/10).

Saat pajak BBN menyentuh level 20 persen, sontak harga motor akan melonjak sekitar Rp1,2 juta hingga Rp2juta per unit. Meski kondisi perekonomian secara umum diprediksi membaik tahun depan, kenaikan harga yang terjadi akan tetap membuat pasar menciut.

"Motor merupakan kendaraan masyarakat kelas menengah ke bawah. Saya harap pemerintah bisa melihat ini. Selama belum tersedianya sarana transportasi yang memadai, jangan dibebani pajak (BBN) maksimal," kata Dyon.

Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto menambahkan, ancaman pernurunan pasar motor akan terjadi hingga 20 persen jika semua rencana kenaikan perpajakan pemerintah terealisasi tahun depan.

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) tentang tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) secara progresif 1-2 persen untuk kendaraan pertama dan 2-10 persen untuk kendaraan selanjutnya. Aturan ini juga mencantumkan kenaikan tarif bea balik nama maksimal (BBN) dari 10 persen menjadi 20 persen.

"Pokoknya, pemerintah sebaiknya tak menaikkan pajak dulu. Departemen Perindustrian (depperin) sangat mengetahui seperti apa perkembangan industri ini. Pemda harus bisa berkonsultasi dengan mereka," jelas Prijono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Karawang, beberapa waktu sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata sempat optimis dengan penjualan sepeda motor diproyeksikan mencapai sekitar 5,4 juta unit hingga 5,6 juta unit sampai akhir tahun. "Tahun depan saya perkirakan bisa tumbuh 10%. Dukungan sektor finansial terus diharapkan, selain kondisi ekonomi nasional yang menentukan," jelas dia.

Apa bisa tercapai pertumbuhan 10% jika pajak maksimal BBN bergulir tahun depan?



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X