Mengamati Kepintaran Toyota Prius Gen-3 (Bagian 1)

Kompas.com - 04/09/2009, 15:27 WIB
Editor

KOMPAS.com- Kendati sudah beberapa kali melihat langsung dan duduk di belakang setir Prius Gen-3, baru minggu pertama September ini KOMPAS.com mencoba langsung kemampuannya. Baik sebagai pengemudi mapun penumpang depan dan belakang, lantas memcermati berbagai fiturnya yang sangat banyak. Agar bisa dijelaskan secara lengkap, artikel ini disajikan secara bersambung.

Komentar pertama dari rekan-rekan di KOMPAS.com, saat pertama measuki kokpit,  “Seperti berada di dalam pesawat!” Panel kontrol  Prius ini memang didesain “melayang” antara dashboard dan konsol tengah, dipenuhi dengan berbagai tombol, mulai untuk kendaraan, AC, sampai audio dengan permukaan metalik.

Joy Stick
Pada panel tengah terdapat pemindah gigi bergaya “joy stick” dan berbagai tombol kontrol. Termasuk pemindah gigi bergaya berukuran kecil dan mudah digerakkan. Pemindah gigi ini berukuran kecil dan hanya memerlukan sedikit gerakan untuk menentukan posisi R, N dan D dan B. Padal panel juga ada indikator yang memastikan posisi gigi kepada pengemudi dengan ukuran besar.

Bagi mreka yang sudah sering menggunakan transmisi otomatik, R, N dan D dipastikan sudah tak asing lagi. Itulah indikator mundur, netral dan dan maju. Sedangkan “B” pada Prius adalah “engine brake”. Digunakan untuk mempercepat pengereman mobil. Lantas di dimana P?

Ternyata, P berupa tombol yang berada di panel paling kanan. Rem tangan atau parkir di mana? Prius menggunakan rem yang diparkir yang dioperasikan oleh kaki kiri pengemudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tombol-tombol, “P” atau rem parkir dan “Power”. Di setir juga ada tombol kontrol di akan dan kiri. Sedangkan informasi yang ditayangkan di bagian paling atas dashboard. Karena banyak, membutuhkan waktu untuk memperlajari dan mengetahui fungsi-fungsinya tombol.

Cara pengoperasian dan menghidupakn mesin sangat berbeda dibandingkan dengan mobil yang menggunakan mesin konvensional, misalnya bensin atau diesel. Juga berbeda sedikit dibandingkan dengan mobil yang mengandalkan murni tenaga listrik.

Pedoman Praktis
Toyota melengkapi Prius dengan selembar panduan praktis cara menghidupkan mesin dalam bahasa Inggris dan Prancis. Antara lain menjelaskan cara menghidupkan dan memastikan sistem hibrida bekerja, pindah ke motor bakar atau mematikannya plus mengunci pintu. Juga dijelaskan posisi “joy stick” atau pemindah gigi.

Sayang, paduan yang seharusnya dicantolkan di setir, ditemukan tersimpan di laci dashboard. Alhasil, saat pertama menghidupkan mesin atau menjalankan mobil ini, hanya berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Toyota.

Menghidupkan Mesin
Prius menggunakan remote control yang menguci pintu dan menghidupkan mesin (keyless). Kunci harus dibawa pengemudi untuk menghidupkan mesin. Untuk membuat mobil siap dijalankan, setelah berada di belakang setir, pedal gas ditekan. Setelah it indaktor lampu hijau menyala. Tombol “Power” dekat di samping setir ditekan.

Cukup menarik saat pertama kali dihidupkan, muncul pesan “Welcome to Prius” . Berbagai informasi lain bisa ditayangkan dengan menekan tombol DISP yang pada tombol kanan setir, baik ketika berhenti maupun berjalan.

Bagi pengemudi - bila pertama kali mengemudikan mobil hibrida dan listrik - dirasakan sesuatu yang kurang ketika akan jalan. Tak adanya suara dan getaran dari mesin. Hanya hembusan blower AC. Tak yakin mobil jalan karena mesin belum hidup!

Sistem Informasi
Kendati mesin belum hidup, begitu pedal gas ditekan, mobil ini langsung jalan. Saat pertama dijalankan, Prius mengandalkan energi listrik yang disimpan di baterai dan selanjutnya digunakan untuk menggerakkan motor.

Ketika gas ditekan makin dalam, kecepatan terus bertambah dan makin tinggi, tanggung jawab untuk menggerak kendaraan otamatis diambil oleh mesin.

Cukup menarik, pertama kali mengemudikan mobil ini, tidak dirasakan perpindahan dari motor listrik ke motor bakar, atau masa transmisi. Suara dan getaran mesin Prius, ketika diperhatikan dengan membuka kap mesin, sangat halus. Apalagi di kabin yang telah dilapisi peredam yang sangat baik

Saat mobil meluncur, layar informasi menayangkan berbagai informasi buat pengemudi. Antara lain “Hybrid System Indicator”, tripmeter, konsumsi bahan bakar rata-rata dalam satu liter/100 km (standar Eropa). Menarik, selama dites, angka berkisar 5,5 – 5,3 liter/100 km. Atau 18,8 -18,9 km/liter. Kadang-kadang 5,0 km/liter, kecepatan rata-rata (km/jam).

Pengemudi juga dituntun, melalui indikator, yaitu kondisi mengemudi, antara lain dan “ECO Mode” atau irit bahan bakar. Layar indikator juga memperlihatkan kondisi energi yang tersimpan di baterai dan pengisiannya (CHG). (Bersambung)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.