Astra Honda Motor Modifikasi Direksi

Kompas.com - 09/04/2009, 13:12 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor nomor satu di Indonesia saat ini, sejak 6 April lalu memodifikasi dewan direksinya. Hal itu diumumkan langsung oleh Predir PT AHM Miki Yamamoto dan wakil presiden eksekutif lama, Siswanto Prawiroatmodjo, dalam acara media gathering kemaren sore di Ancol, Jakarta Utara.

Pengumuman “lengser”-nya Siswanto dan susunan dewan direksi baru dilakukan pada saat yang berbeda. Saat Siswanto menggumumkan bahwa ia tidak lagi berada di lingkungan AHM pada sore hari, Miki Yamamoto belum hadir.

Pada kesempatan itu,  ia hanya mengatakan bahwa jabatan yang ditinggalkan akan diisi oleh Johannes Loman, yang sebelumnya adalah direktur pemasaran AHM.

Lengkap. Menjelang acara outbound untuk wartawan,  Miki Yamamoto dan beberapa anggota direksi lainnya sudah hadir. Selesai acara, ia pun memperkenalkan dewan direksi baru di AHM. Sementara itu, Siswanto Prawiroatmodjo, tidak tampak lagi.  Juga tidak ada acara simbolis serah terima di depan wartawan.

Dari pengumuman Yamamoto baru diketahui, jabatan yang ditinggalkan Johannes Loman diisi oleh Julius Aslan. Ketika ditanyakan tujuan perubahan dewan direksi,  Yamamoto yang sangat ramah ini tidak mau menyebutkan secara spesifik.  Jawabannya, “Kita ingin meningkatkan layanan lebih baik buat konsumen Honda.”

Ketika Kompas.com mengatakan bahwa pergantian dewan direksi tentu punya target, yaitu mengembalikan pangsa pasar Honda di Indonesia di atas 50 persen, Yamamoto membalas, ”Target utamanya saat ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen. Mengembalikan pangsa pasar Honda kembali di atas 50 persen bukan target utama.” Ia pun menyerahkan pembicaraan wartawan kepada Julius Aslan sembari berlalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

CS-1 dan Skutik. Tak ada penjelasan lain mengapa tiba-tiba AHM melakukan pergantian wakil presiden direktur. Namun dari pembicaraan Julius Aslan dengan wartawan, ia tampaknya memberikan perhatian khusus pada CS-1 dan skutik (Vario dan Beat).

Kedua produk Honda di atas, bebek sport dan skutik, saat ini kalah bersaing dengan Yamaha, yaitu Jupiter MX dan Mio. Beberapa kali dalam pembicaraan dengan wartawan, Julius mengatakan bahwa strateginya tidak mau jor-joran harga.

Rumor di antara wartawan otomotif pun berkelanjutan. Ada yang memperkirakan pergantian tersebut dilakukan karena posisi Honda yang makin terus didekati Yamaha dan stok yang kurang lancar ke dealer sehingga terjadi penumpukan. Ada pula yang memperkirakan, strategi Honda kalah kreatif dibandingkan kompetitor terdekatnya itu.

“Sampai saya pensiun, masalah yang dihadapi Honda tidak bisa diselesaikan dengan tuntas,” jelas Johannes Loman. Padahal, sebelumnya, Honda begitu berkibar di Indonesia dengan menguasai pasar di atas 60 persen. Kini tinggal 48 persen dan terus dirangsek Yamaha dengan 43 persen. Padahal, di daerah, misalnya di Sumatera, sepeda motor disebut Honda. Kalau mereknya Yamaha menjadi Honda Yamaha! Apakah mungkin nanti, menjadi sebaliknya?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X