Saparan Rebo Pungkasan, Keunikan Budaya Lokal

Kompas.com - 24/02/2009, 04:22 WIB
Editor

Kegiatan Saparan Rebo Pungkasan di Bendung Kayangan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya untuk melestarikan keunikan budaya lokal dan kedaerahan.

"Prosesi adat tradisi merti Bendung Kayangan itu juga untuk memperkuat identitas dan karakter masyarakat Kulonprogo," kata Koordinator Paguyuban Desa Budaya Menoreh, Godod Sutejo di Yogyakarta, Senin.

Dengan demikian, menurut dia, kegiatan budaya lokal itu mampu unjuk tampil di tingkat lokal, nasional bahkan internasional.

Ia mengatakan, tradisi itu diselenggarakan secara turun temurun sejak cikal bakal Desa Pendoworejo yaitu mbah Bei Kayangan membuka desa tersebut. Namun, kegiatan itu sempat terhenti selama 15 tahun.

"Setelah sempat terhenti selama 15 tahun, sejak tiga tahun terakhir kegiatan tersebut diadakan kembali. Tujuan dari acara itu memberdayakan adat, tradisi, dan kesenian masyarakat Kawasan Budaya Menoreh," katanya.

Menurut dia, tradisi tahunan yang diadakan pada hari Rabu pungkasan (terakhir) bulan Sapar pada penanggalan Jawa atau tepatnya pada penanggalan Masehi yaitu 25 Februari 2009.

"Kegiatan itu diisi dengan berbagai acara menarik yang menampilkan dan menonjolkan keunikan dan keindahan tradisi, budaya, dan kehidupan keagamaan masyarakat di Kecamatan Girimulyo yang selama ini kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak terkait," katanya.

Ia mengatakan, acara utama kegiatan Saparan Rebo Pungkasan adalah kenduri saparan kembul sewu dulur dan jamasan jaran kepang.

Selain itu, ada acara pendukung seperti hias desain makhluk tunggang, kirab jatilan, kirab makhluk tunggang, dan kibar jaran kepang. Hiburan kesenian itu ditampilkan oleh seniman peduli Menoreh berbahan lokal yang dimainkan anak?anak Sanggar Bodronoyo.

"Bersamaan dengan acara itu juga digelar kegiatan melukis bersama yang melibatkan sekitar 30 pelukis peduli Menoreh di antaranya Kartika, Godod Sutejo, Harsono, Djoko Sardjono, dan Dewobroto," katanya.

Selain itu, juga diikuti kelompok pelukis Selaras, yakni Ade Kartono, Sumadi, Kamiran Suriyadi, Honno Lette, nJedit, Ledek Sukadi, serta kelompok Sanggar Bambu, yakni Soenarto Pr, Narto Mohammad, Mahyar, Achmad Almasih, Totok Buchori, Muryoto, dan Hartoyo.

"Melukis bersama juga dimeriahkan pelukis dari Purwokerto, Solo, dan Klaten, Jawa Tengah. Hasil melukis bersama nanti akan dipamerkan di Posnya Seni Godod Jl Suryodiningratan MJ II/ 641 Yogyakarta mulai 5-20 Maret 2009," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X